Perusahaan Ini Akan Produksi Mobil Terbang

Foto: Shutterstock

KBRN, Jakarta: General Motors (GM) sedang menjajaki pasar mobil terbang atau taksi udara. 

Chief Executive GM, Mary Barra mengatakan, pengembagan mobil terbang sesuai dengan pengembangan kendaraan listrik dan baterai listrik saat ini.

"Kami sangat percaya pada masa depan EV tidak hanya untuk kendaraan," kata Marry Barra, seperti yang dikutip dari Gulfnews, Minggu (20/9/2020). 

Barra menambahkan, kekuatan dan fleksibilitas sistem baterai Ultium yang dikembangkan GM memungkinkan untuk banyak fungsi, termasuk mobilitas udara.

Dalam hal ini keberadaan mobil terbang yang dikembangkan GM adalah pesawat yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL). Kendaraan ini menggunakan motor listrik sebagai pengganti mesin jet.

Ide ini dikembangkan untuk menghindari kebutuhan ketersedian lahan yang luas dan landasan pacu yang panjang. Selain itu mobil terbang cenderung terbang rendah untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

"Ini adalah area yang sangat kami sukai dan membuat saham GM terus naik," kata juru bicara GM Stuart Fowle.

Rencana GM terkait mobilitas udara rupanya sempat mendapat komentar miring dari CEO Tesla, Elon Musk. Dalam sebuah forum, Musk pernah menyampaikan bila VTOL sebagai masalah yang sulit terwujud dalam waktu dekat. Bahkan ia mengatakan baterai untuk jenis mobil ini baru akan tersedia dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00