Belasan Pegawai Gugat Tesla Dugaan Diskriminasi Ras

Pabrik Tesla di California, Amerika Serikat. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Lima belas mantan pegawai dan pegawai produsen mobil listrik Amerika Serikat Tesla mengajukan gugatan terhadap perusahaan ke pengadilan negara bagian California. Mereka menggugat Tesla dengan tuduhan diskriminasi terkait ras di pabrik Tesla.

Menurut gugatan itu, para pekerja sering menjadi sasaran komentar dan perilaku rasis oleh rekan kerja, manajer, dan karyawan divisi sumber daya manusia. Pelecehan, yang sebagian besar terjadi di pabrik Tesla Fremont, California, termasuk menggunakan istilah-istilah, seperti "perbudakan" atau "perkebunan".

"Prosedur operasi standar termasuk diskriminasi ras yang terang-terangan, terbuka, dan tidak tanggung-tanggung," tulis gugatan itu dilansir dari laman Reuters, Senin (4/7/2022).

Salah satu penggugat Teri Mitchell mengaku sering dilecehkan oleh rekan kerja dan manajer dengan hinaan rasial, termasuk perkataan merendahkan orang kulit hitam.

Penggugat lainnya, Nathaniel Aziel Gonsalves, menggambarkan pelecehan yang dilakukan oleh seorang supervisor.

"Supervisor itu menyebutnya tidak seperti kebanyakan orang kulit hitam. Dia memanggil saya 'zebra' karena dia tidak hitam atau putih," kata Gonsalves.

Adapun para penggugat tersebut ditugaskan ke posisi yang paling berat secara fisik, dan tidak mendapatkan promosi jabatan selama bekerja di Tesla.

Hingga berita ini diterbitkan, Tesla belum berkomentar mengenai hal tersebut.

Produsen mobil itu menghadapi setidaknya 10 tuntutan hukum yang menuduh diskriminasi ras atau pelecehan seksual, termasuk satu oleh badan hak-hak sipil negara bagian California.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar