WNI Milenial Kerja di Pabrik Mobil Tesla

Pria asal Jember, Jawa Timur, Kevin Nizam Nabila, Warga Negara Indonesia (WNI) pertama yang bekerja di pabrik produksi mobil milik Elon Musk, Tesla. (Foto: Kevin Nizam)

KBRN, Jakarta: Milenial asal Jember, Jawa Timur, Kevin Nizam Nabila mengaku bangga menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pertama yang bekerja di pabrik produksi mobil milik Elon Musk, Tesla.

"Bangga bisa menjadi pegawai Tesla apalagi baru Kevin orang Indonesia pertama di sini," ujar Kevin, seperti dalam keterangannya yang diterima, Sabtu (21/5/2022).

Ia bekerja di salah satu perakitan mobil Tesla di Gigafactory Tesla di Berlin, Jerman. Pabrik itu resmi dioperasikan pada Maret 2022.Kevin melamar kerja di Tesla Jerman pada 2021, saat pabrik tersebut belum selesai mengurus perizinan operasi ke Pemerintah Jerman. 

Usai beroperasi, Kevin bekerja mulai 16 Mei 2022 sebagai junior production engineer.Ia bertugas dalam manufaktur serta mengoperasikan robot produksi, untuk menjaga kualitas produksi Tesla model Y.

Di samping itu, Kevin menjelaskan proses rekrutmen di Tesla, Jerman. Setelah lulus S1 pada Juni 2021, ia mengirim lamaran serta esai yang sesuai dengan posisi lamaran ke perusahaan.

Kemudian ia mendapatkan undangan wawancara kerja pada pada September, dan disambung dengan tahap seleksi tes dasar elektro dan produksi mobil.

"Saya dapat melaluinya dengan baik karena memiliki pengalaman magang sebelum masuk kuliah di Mercedes Benz di kota Rastatt, Jerman," tukasnya.

Sebelumnya, Kevin menyelesaikan gelar sarjana di Technical University Brandenburg, Jerman 2017-2021. Ia mengambil spesialisasi teknik elektro dan manajemen, lalu melanjutkan studi master di University of Applied Science Brandenburg.

Kevin melanjutkan studi magister sembari bekerja di pabrik perakitan mobil Tesla.Mahasiswa yang aktif organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) itu berharap bisa kembali ke Tanah Air, untuk membangun Indonesia setelah dia menjadi ahli di Tesla.

"Saya akan mencoba untuk mengambil program lanjutan dari perusahaan untuk menjadi tenaga ahli di bidang baterai mobil listrik," pungkasnya.

Ia berharap teknologi di Indonesia memiliki kolaborasi dengan banyak perusahaan luar negeri dan tenaga ahli, untuk mengintegrasi dan modernisasi industri di Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar