Sudah Siapkah Indonesia Menuju Era Kendaraan Listrik?

Foto: Presiden Jokowi Saat Mengecek Kendaraan Listrik

KBRN, Jakarta: Data Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menunjukkan, populasi sepeda motor listrik saat ini kurang lebih mencapai 10.300 yang sudah beredar di masyarakat. 

Sejak dikeluarkannya Perpres 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan kendaraan listrik.

“Perkembangan jumlah kepemilikan dan manufaktur industri kendaraan bermotor listrik juga terlihat semakin meningkat, yang awalnya ada 5 APM sekarang sudah ada 22 APM sepeda motor listrik, dan populasi mobil listrik sudah mencapai angka di atas 1500 buah,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (7/12/2021).

Belum melesatnya populasi kendaraan listrik disebabkan oleh ketersediaan charging station kendaraan listrik yang masih terbatas.

Menurut Dirjen Budi, Menteri Perhubungan telah memerintahkan seluruh terminal tipe A dan stasiun KA untuk menyiapkan charging station atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

Dalam rangka mencapai target pemerintah, ABB - perusahaan yang bergerak di bidang teknologi otomasi, robotik, daya, dan peralatan listrik berat, sangat mendukung Shell Indonesia yang menghadirkan pengisian daya kendaraan listrik. 

Saat ini, terdapat tiga stasiun pengisian daya (charging station) kendaraan bermotor listrik milik Shell yang terletak di Pluit (Jakarta Utara), Antasari (Jakarta Selatan) dan Jagorawi (Bogor) yang siap memenuhi kebutuhan pengguna untuk mengisi baterai kendaraannya dengan cepat. 

"Sebagai upaya mendukung Shell Indonesia, ABB meluncurkan unit pengisian daya cepat (fast charging) Terra 54 DC (arus searah) 50kW dengan kemampuan pengisian daya 0 sampai 80% hanya dalam waktu 20-30 menit," kata Jorge Aguinaga selaku Head of Electrification ABB Indonesia dalam rilis yang diterima RRI.co.id, Senin (6/12/2021).

Dikatakan Jorge, unit pengisian daya ini memenuhi standar seluruh kendaraaan listrik dan dapat beroperasi secara optimal di lokasi stasiun pengisian bahan bakar berbasis fosil.

Jorge menilai, Indonesia sedang memasuki era kendaraan listrik, terutama pada tahun mendatang. Dalam rangka mewujudkan hal itu, diperlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai pemangku kepentingan.

"Kami menyambut baik kolaborasi dengan Shell untuk membangun infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang diperlukan dalam mendorong pertumbuhan kendaraan bermotor listrik," kata dia. 

Di sisi lain, Deputy Director dan Vice President Network Shell Mobility Indonesia Ingrid Siburian, mengatakan, pembangunan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik Shell Recharge di lokasi SPBU Shell merupakan wujud nyata komitmen mereka dalam mendukung agenda transisi energi pemerintah Indonesia. 

"Kami percaya fasilitas pengisian daya yang tersedia di SPBU Shell di Pluit Selatan (Jakarta Utara), Shell Antasari (Jakarta Selatan), dan Jagorawi (Bogor) akan mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan akan mobilitas rendah emisi," ujar Ingrid. 

"Dan kami menyambut baik peluang untuk menghadirkan lebih banyak instalasi pengisian daya kendaraan listrik dalam jangka waktu dekat," lanjutnya.

Sementara itu, salah satu alasan mengapa penggunaan kendaraan listrik menjadi pilihan alternatif adalah, agar skor AQI (Air Quality Index) di Jabodetabek tidak meningkat kembali. 

Sebelum pandemi pada tahun 2019 lalu, wilayah Jabodetabek mendapat skor rata-rata 195 dalam AQI, yang artinya mempunyai udara tidak sehat (unhealthy). 

Faktor inilah yang membuat pemerintah terus mendorong masyarakat secara bertahap untuk menggunakan kendaraan listrik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar