Mencegah Hacker Membobol Akun Whatsapp Anda

Ilustrasi.jpeg

KBRN, Jakarta: Sebagai aplikasi olah pesan populer dengan miliaran pengguna dari berbagai negara termasuk Indonesia, aplikasi WhatsApp ternyata menjadi sasaran peretasan para hacker. 

Apalagi, di dalam aplikasi tersebut berisikan banyak informasi dan identitas rahasia para pengguna. Untuk itu, para pengguna aplikasi juga harus berhati-hati supaya akun WhatsApp tidak mudah dibobol hacker.

Sebab, akun WhatsApp dapat dibobol setelah mereka mendapatkan kode OTP untuk dimasukkan ke akun akun para pemilik akun. Nantinya kode OTP (one time password) itu dipakai sebagai kata sandi atau password sekali pakai dikirimkan oleh layanan lewat SMS, atau telepon untuk masuk ke akun WhatsApp tersebut.

Dirangkum dari beberapa sumber, maka dari itu, para pemilik akun harus mengetahui beberapa cara berpotensi dipakai para hacker untuk melakukan peretasan pada akun WhatsApp. 

Berikut ini sederet langkah yang harus dilakukan para pemilik akun Whatsapp:

1. SIM Swap

SIM swap adalah metode peretasan dengan mengambil alih kartu SIM seluler korban. Caranya, bisa dengan mencuri ponsel, hingga membuat kartu SIM baru dengan berbagai upaya penipuan. 

Isu bahaya SIM swap booming di Indonesia setelah kasus akun bank milik jurnalis senior Ilham Bintang berhasil dicuri oleh hacker, pada Januari 2020. Pelaku dapat mengakses sejumlah akun bank milik Ilham setelah mereka mendapatkan akses penuh terhadap kartu SIM Ilham. Karena kasus ini, Ilham mengaku dirinya rugi Rp 385 juta. 

Dalam kasus peretasan WhatsApp, hacker bisa sangat mudah mendapatkan OTP dan masuk ke akun korban, setelah menguasai SIM card dengan nomor ponsel tertentu.

2. Pegasus

Pegasus adalah sebuah peranti lunak yang dikembangkan oleh NSO Group Technologies, perusahaan mata-mata Israel. Software ini umum dipakai oleh agen intelijen.  

Pegasus bisa menargetkan aplikasi WhatsApp. Perusahaan WhatsApp sendiri telah menuduh NSO Group melakukan peretasan 1.400 akun WhatsApp milik pemerintah, jurnalis, dan aktivitas hak asasi manusia.  

Pegasus tak hanya mampu membaca SMS, email, dan pencarian web pengguna, dia juga bisa melakukan panggilan telepon, pelacakan lokasi, membajak mikrofon, dan mengaktifkan kamera ponsel.

3. Spyware

Spyware adalah alat mata-mata yang dipasang atau tak sengaja disusupi pada sebuah perangkat untuk merekam aktivitas perangkat. Spyware juga bisa memantau aktivitas SMS atau telepon. 

Download aplikasi atau file yang sembarangan bisa meningkatkan risiko terinstalnya spyware di perangkat. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memastikan keamanan dari file apapun yang kita download.  

Meski sulit disadari, keberadaan spyware di sebuah perangkat sebenarnya bisa diketahui lewat riwayat penggunaan internet harian. Apabila ada lonjakan penggunaan data internet yang cukup jauh dan tidak wajar, maka itu ada indikasi spyware. Jika HP sudah disadap, dalam rentang beberapa waktu, entah itu per jam atau per hari, pasti ada aktivitas pengiriman data perangkat korban ke server milik hacker.

4. Call forwarding 

Call forwarding, adalah fitur yang memang disediakan operator seluler untuk melakukan pengalihan komunikasi telepon dari suatu nomor ponsel ke nomor ponsel lainnya, yang disediakan untuk memudahkan pelanggan. 

Belakangan, fitur ini sering disalahgunakan untuk mengetahui OTP milik korban. Salah satu korban yang pernah kena hack melalui call forwarding adalah Maia Estianty.  

Hacker sering berakting mengelabui korban untuk mengaktifkan call forwarding yang hanya bisa diaktifkan dari ponsel korban. Yaitu, dengan cara menekan  * * 21 *, dilanjutkan dengan nomor tujuan yang mau dialihkan, kemudian pencet # Yes/OK.

Dari sederet ketentuan tersebut, kamu dapat melakukan pencegahan, yakni dengan cara mengaktifkan fitur Two Step Verification (verifikasi dua langkah), mengecek fitur WhatsApp Web dan Fitur ini demi memungkinkan untuk melakukan sinkronisasi WhatsApp di smartphone dengan laptop atau desktop via browser.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00