Dihadapan PPI, Menristek Beberkan Prioritas Riset Nasional

KBRN, Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan prioritas riset nasional tahun 2020 akan fokus pada 10 bidang.

Pertama soal teknologi dan informasi, Bambang menjelaskan nantinya pengembangan akan berbasis kepada infrastruktur sistem berbasis open source.

"Lalu Transportasi, teknologi dan manajemen keselamatan transportasi penguatan industri transportssi nasional dan infrastruktur dan pendukung sistem transportasi," kata Bambang Brodjonegoro dalam pelaksanaan hari pertama Simposium Amerika Eropa mahasiswa PPI 27 secara virtual, Minggu (28/6/2020).

Di bidang kesehatan pemerintah mefokuskan pada produk biofarmasetika alat kesehatan dan diagnostik serta kemandirian bahan baku obat.

Selain itu, soal energi baru dan terbarukan akan melakikan riset subsitusi bahan bakar, kemandirian teknologi pembangkit listrik, konservasi energi dan penguatan komunitas sosial.

"Untuk pangan-pertanian akan ada pemuliaan bibit tanaman, budidaya dan pemanfaatan lahan sub-optimal, pascapanen dan ketahanan serta kemandirian pangan," jelasnya.

Mengenai pertahanan dan keamanan akan mendukung daya gerak, pendukung daya gempur dan pendukung Hankam guna menjaga kedaulatan NKRI.

"Lalu pengelolaan mineral stratergis berbahan baku lokal, pengembangan material fungsional, eksplorasi potensi material maju dan karakterisasi material dan dukungan industri," katanya.

Bambang melanjutkan di bidang kemaritiman juga akan menjaga kedaulatan di daerah 3 T yakni terdepan, terpencil dan terbelakang dengan melalukan pemanfaatan sumber daya maritim, konservasi lingkungan maritim dan penguatan infrastruktur maritim.

"Dalam kebencanaan riset-riset dilakukan untuk mengantisipasi bencana geologi, bencana hidrometeorologi, bencana karhutla, serta juga akan menerapkan teknologi dan manajemen lingkungan," tandasnya.

Terakhir, soal sosial, hukum, budaya dan pendidikan akan melakukan pembangunan secara keberlanjutan. Dan juga, penguatan modal sosal ekonomi dan sumber daya manusia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00