AHC 01, Mobil Listrik Ciptaan Warga Purwokerto

KBRN, Banyumas: Tidak selamanya teknologi itu diciptakan dari kota besar. Sebab, seorang warga Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, Jawa Tengah berhasil menciptakan mobil listrik berkecepatan maksimal 80 Kilometer per jam.

Johanes, namanya. Dia mengaku sudah melakukan penelitian dan pengembangan mobil listrik. Sejak satu tahun lalu dia meneliti dan menggelontorkan Rp80 juta untuk menciptakan mobil Molis AHC 01.

"Tapi, khusus membuat mobil listrik ini hanya diperlukan dana Rp30 juta. Angka Rp80 juta itu, sisanya untuk penelitian dan percobaan," kata Johanes kepada RRI, Rabu (17/6/2020).

Jumlah dana itu, kata dia, terbesar digunakan dala pembiayaan membeli sparepart.

"Sparepart saya beli dari Cina. Itu seperti beli motor penggerak. Kalau rangka mobll, bahannya saya beli di Indonesia, lokal," kata dia.

Dia juga menjelaskan kekuatan mobil dari segi mesin yang digunakan. "Mobil listrik ini pakai enam aki dengan daya satu unit aki sebesar 72 volt. Sehingga, menghasilkan 3.500 watt menggerakkan mesin," ungkap dia.

Soal pengisiaan daya dalam pemakaian, dia mengatakan memerlukan waktu enam jam dari jaringan listrik rumah.

"Hasilnya, dari enam aki yang dipakai, mobil listrik ini dapat menempuh jarak 120 Kilometer. Biaya yang diperlukan menempuh 10 Kilometer itu hanya Rp1.000. Mobil ini sudah saya pakai dengan jarak tempuh 70 Kilometer," ujar Johanes.

Respons 

Pasca membangun mobil listrik dengan perjalanan penelitian, dan uji coba, Johanes mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Badan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Banyumas. Tapi, dia mengaku belum mendapat respon positif dari lembaga penelitian tersebut.

"Setelah keluar Peraturan Pemerintah tahin 55 Tahun 2019, tanggal 18 Agustus 2019, saya sudah ke sana (Bapeda Balitbang Banyumas, red). Tapi, mereka kesulitan mendukung karena tidak ada anggaran dan tenaga ahli," ungkap Johanes.

Jadi, Johanes mengaku sebelum memutuskan melakukan penelitian dan menciptakan mobil listrik ini hingga jadi, dia sudah lebih awal mengajukan penelitian ke Bapeda Balitbang Banyumas. Johanes pun tidak patah arang.

"Sehigga, saya berpikir kenapa tidak membuat sendiri saja dengan dibantu teman teman Pemuda Kober," terang dia.

Selain itu, meski tidak mendapat sokongan anggaran dari pihak ketiga, Johanes mengklaim bahwa mobil listrik buatan dia ini sudah diperkenalkan dan diuji coba oleh Bupati Banyumas, Achmad Husain beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya, sudah banyak orang tanya ke saya, untuk produksi massal mobil listrik ini. Tapi, peraturan di Indonesia belum dapat membuat itu menjadi nyata," kata Johanes yang mengaku masih memiliki anggaran minim.

Johanes hanya mengatakan, bahwa dia tidak akan berhenti menciptakan AHC 01.

"Akan ada AHC 02 yang saat ini sedang dalam proses perakitan. Bupati memang sudah memberi masukan kepada saya, tapi kita lihat bagaimana kelanjutan nanti," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00