Kualitas Video Netflix Turun Picu Komplain Pelanggan

Ilustrasi Netflix.jpeg

KBRN, Jakarta: Netflix berinisiatif menurunkan kualitas streaming videonya di Eropa, pada Maret lalu. Tujuannya tak lain untuk menghemat bandwidth internet, mengingat warga Benua Biru banyak yang bekerja dari rumah karena pandemi Covid-19.

Sekarang, hampir dua bulan setelahnya, streaming video Netflix belum kembali normal. Pelanggan yang sudah membayar untuk bisa menikmati video berkualitas tinggi pun mulai kesal.

Dilansir dari beberapa sumber seorang pengguna di Belanda, misalnya, mengeluhkan bit rate video HD 1080p Netflix yang hanya sekitar 0,8-1,5 Mbps, jauh di bawah angka normal sebesar 5 Mbps. Sementara, bit rate streaming video 4K hanya 7,5 Mbps, dari normal 25 Mbps.

Bit rate rendah berpengaruh ke kualitas tampilan yang menjadi buruk, seperti terlihat buram dan pixellated, terutama di layar berukuran lebar.

“Saya membayar untuk langganan 4K tapi yang saya dapat tidak layak,” keluh si pengguna dari Belanda itu di forum Reddit seperti dikutip RRI, Minggu (17/5/2020).

Negara-negara di Eropa perlahan telah mulai melonggarkan aktivitas warga dan bisnis setelah lockdown. Netlfix sendiri pun sebenarnya berencana mengembalikan kualitas videonya seperti sedia kala, hanya saja waktu pastinya belum diungkapkan.

“Seiring dengan peningkatan kondisi jaringan, kami aka mulai menghapus batasan bit rate yang mulai diterapkan pada Maret, secara bertahap per negara,” ujar seorang juru bicara Netflix.

Sebelumnya, Netlfix menurunkan kualitas streaming video di Eropa setelah diminta oleh Kepala Industri wilayah Uni Eropa, Thierry Breton, yang khawatir dengan meningkatnya beban jaringan menyusul kebijakan stay at home.

Para pemain lain di ranah video streaming melakukan langkah serupa, termasuk YouTube, Disney Plus, dan Amazon Prime Video. Meski sempat dikhawatirkan, nyatanya jaringan internet di Eropa bisa menangani peningkatan trafik dengan lancar tanpa gangguan berarti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00