Rusia Luncurkan Balon ‘Mata’ Cari Pelanggar Lockdown

Foto RT News

KBRN, Jakarta: Garda Nasional Rusia menambahkan atmosfer steampunk ke distopia virus corona ketika meluncurkan balon udara untuk memantau bagaimana jalannya penguncian wilayah di Moskow. Namun, tidak semua orang suka hal itu.

Dilansir dari RT, Minggu (17/5/2020), sistem yang dilengkapi sistem pengawasan OKO (‘mata’), ditempatkan dalam balon udara yang dikerahkan untuk memantau hingga beberapa ratus meter dari atas tanah, sehingga memungkinkan petugas mengamati area sekitar lima kilometer persegi.

Tugas utama balon udara adalah memantau area taman dan hutan selama karantina. Data yang dikumpulkan oleh sistem ditransfer ke patroli di lapangan secara real time, nantinya akan ada petugas yang dikirim untuk membubarkan atau mendenda para pelanggar.

Inisiatif ini menerima respon beragam di media sosial. Beberapa orang menyatakan teknologi ini tidak begitu canggih, hingga ada bertanya-tanya mengapa tidak membeli drone baru.

Rusia terutama Moskow sangat mengaitkan balon udara dengan era Perang Dunia II, ketika aerostat digunakan sebagai pertahanan udara terhadap serangan luftwaffe. Garda Nasional juga dibekali quadcopter, hanya saja daya tahan baterainya terlalu pendek, sementara balon udara dapat tetap berada di langit dan memonitor lebih lama.

Tetapi prospek kamera 'mata pengawas segala' ini dinilai tidak cocok dengan penduduk setempat. Pihak berwenang Rusia memberikan alasan melakukan pengawasan taman karena fakta ratusan orang diam-diam berpiknik di taman saat liburan hari Buruh lalu.

Sejak adanya wabah virus corona, lebih dari 26.000 orang terinfeksi dan sekitar 262 orang telah meninggal di wilayah Moskow.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00