UI dan Mitra Bisnis Siap Produksi 1 Juta 'Flock Swab'

Flock Swab buatan Indonesia yang diberi nama HS 19

KBRN, Depok : Universitas Indonesia (UI) bersama beberapa mitra dari industri di Indonesia mengembangkan flocked swab atau pengumpul spesimen yang diperlukan dalam uji swab untuk memastikan seseorang terpapar virus Corona (Covid-19) atau tidak.     

Swab test menjadi cara mendiagnosis apakah seseorang positif terinfeksi Covid-19 atau tidak. Hingga saat ini, swab test menjadi standar diagnostik virus Corona yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO), dikarenakan tingkat reliabilitas yang jauh lebih tinggi dibanding metode lainnya.

Swab test menggunakan mesin polymerase chain reaction (PCR), yang mutlak membutuhkan produk pengumpul spesimen yang bernama flocked swab. Hingga saat ini flocked swab masih sangat langka di Indonesia dan hanya bisa didapatkan melalui impor.

Menjawab permasalahan tersebut, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial Universitas Indonesia (UI) terhadap kondisi Indonesia dan membantu memerangi pandemi Covid-19, maka didirikanlah sebuah konsorsium. Konsorsium yang terdiri atas para ahli dan peneliti dari Research Center for Biomedical Engineering (RCBE) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) berkolaborasi dengan beberapa mitra industri yaitu Dynapack Asia Pte Ltd, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, PT Ingress Malindo Ventures, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Langgeng Jaya, PT Indachi Prima, dan PT Sri Tita Medika, untuk mengembangkan flocked swab dengan kandungan lokal hampir 100 persen lokal Indonesia.

Flocked swab buatan Indonesia yang diberi nama HS 19 (sebuah singkatan dari Hope and Solution for Covid-19) ini akhirnya telah diproduksi setelah melalui tahapan riset dan pengujian.

Pengerjaan riset ini melibatkan para insinyur dari Fakultas Teknik (FTUI) dan dokter dari Fakultas Kedokteran (FKUI) di bawah naungan Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI (DISTP UI). Sebelum diproduksi, prototipe HS 19 telah melewati proses pengujian dari Laboratorium Mikrobiologi FKUI, untuk memastikan produk telah aman digunakan bagi tenaga kesehatan maupun pasien.

Konsorsium Flock Swab menyerahkan HS 19 yang diterima oleh Kepala Bagian Lab Mikribiologi UI

Rektor UI Prof Ari Kuncoro, Ph.D mengatakan, kolaborasi pendidikan tinggi dan industri mutlak dilakukan dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19. Melalui sinergi tersebut berhasil menciptakan HS 19 yang telah diproduksi sebanyak 50.000 unit pada gelombang pertama dan telah diserahkan pada Kamis,14 Mei 2020 kepada jaringan dokter Fakultas Kedokteran UI (FKUI) Angkatan 1995 untuk didistribusikan ke berbagai rumah sakit yang membutuhkan.

"Target kami adalah mencapai produksi 1 juta unit pada Juni tahun ini yang kemudian akan disumbangkan secara gratis kepada pemerintah untuk didistribusikan kepada rumah sakit dan laboratorium rujukan Covid-19 di seluruh Indonesia," kata Prof Ari di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2020).

Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Dr Hendri DS Budiono, M.Eng menuturkan bahwa FTUI tengah membangun iklim kolaborasi dalam pengembangan riset dan inovasi di UI secara umum dan secara khususnya di bidang alat-alat kesehatan.

"Sinergi yang terjalin antara UI, industri, dan pemerintah mampu mewujudkan hilirisasi riset yang berguna bagi negeri, khususnya saat ini di tengah mewabahnya Covid-19. Ini merupakan kolaborasi anak negeri yang membanggakan bagi ibu pertiwi," ungkap Hendri.

Sementara itu, Dekan FKUI Prof Dr Ari Fahrial Syam menuturkan, kerja luar biasa para pihak yang terlibat dalam konsorsium baik dari internal UI maupun dari eksternal UI, membuktikan bahwa riset pengembangan produk berbasis keilmuan dan multidisiplin akan menghasilkan karya terbaik serta berkesinambungan untuk NKRI.

Selain memperoleh bantuan dari Konsorsium, pengembangan produk HS 19 juga didanai oleh hibah Program Pendanaan Perancangan dan Pengembangan Purwarupa (P5) DISTP UI. Pihak industri yang terlibat menjalankan perannya masing-masing guna saling mendukung terciptanya HS 19. Sebagai contoh, Dynapack Asia Pte Ltd membuat mold dan memproduksi swab stick.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk menyediakan bahan baku yang tepat dan berkualitas. Bagian berikutnya adalah proses flocking yang diilhami oleh flocking line production dari PT Ingress Malindo Ventures dan diadaptasi sesuai kebutuhan alkes medis.

Saat ini, bahan flocked swab terus dikembangkan oleh PT Langgeng Jaya dan PT Indachi Prima untuk memenuhi 100 persen produk dalam negeri. Lini produksi tersebut diintegrasikan dan difinalisasi oleh PT Sri Tita Medika melalui proses clean/sterile packaging.

Sementara itu, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia memfasilitasi DISTP UI dengan perusahaan-perusahaan pemasoknya yang memiliki kapabilitas untuk mendukung pengembangan flocked swab serta berbagi pengalaman tentang supply chain management dalam Toyota Production System agar team UI dapat memastikan kontinuitas suplai. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00