Ringkus 3 TSK, Satreskoba Polres Malinau Amankan Hampir 40 Gram Sabu

sejumlah barang bukti dan 1 tersangka ketika dalam proses penyidikan SATRESKOBA Polres Malinau Senin 15 Agustus 2022.jpg
barang bukti yang disita polres malinau.jpg

KBRN -Malinau : Sebanyak 3 orang berinisial H, E dan D harus berurusan dengan jajaran satuan reserse narkorba Polres Malinau, karena disinyalir melakukan transaksi jual beli obat terlarang jenis sabu. Mereka diminta dan ditangkap sejak Sabtu, 13 Agustus 2022 minggu lalu. Informasi awal bersumber dari warga yang mencurigai adanya gerak gerik orang yang melakukan transaksi jual beli sabu di wilayah Sesat Tanjung Belimbing sekitar pukul 20.00 Wite. Mendapat informasi tersebut, kata Kapolres Malinau melalui Kasat reskoba Polres Malinau Iptu Marudut Sarmata SH, MH, langsung gerak cepat di lapangan. 

Setelah berkejar - kejaran dengan pelaku, akhirnya berhasil menangkap 2 orang yang dicurigai telah membeli barang terlarang tersebut. Yakni dengan inisial D dan E yang sempat jatuh dan akhirnya tertangkap dan polisi menemukan barang bukti satu bungkus kecil warna putih kristal yang dicurigai jenis sabu seberat lebih kurang 2 gram. 

"Dari situ, kami lakukan periksaan dan pengebangan, akhirnya kami bisa menjemput terduga tersangka lainnya yang menjadi tempat membeli barang itu di Desa Sesua Malinau Barat sekitar pukul 00.30 sini hari tanggal 14 di mesa perusahaan tempat bekerja di Sesua, "ungkap Marudut kepada RRI saat ditemui di ruang kerjanya Senin (15/8) siang di ruang kerjanya di Polres Malinau. 

Kini, ketiga terduga kasus sabu ini masih di tahan si Polres Malinau dan dalam proses pengambilan keterangan lebih lanjut terkait kasusnya. Karena dari ketiga orang tersebut, polisiwndapatkan barang bukti hampir 40 gram jenis sabu. Berikut barang bukti berupa HP 2 unit android dan satu HP biasa, sabu 2 bungkus diperkirakan beratnua 15 gram dan satunya sekitar 21 gram lebih koper pakaian tempat menyimpan barang terlarang itu. "Ada uangnya sekitar 1, 7 juta tapi ditransfer ke rekening si H ini oleh E dan D hasil penjualan pertama seberat 2 gram itu," jelasnya dan menambahkan bahwa untuk asal barang masih belum jelas karena pengakuannya hanya ditemukan dalam kondisi terbungkus karung. 

Akibat perbuatannya itu, ketiga tersangka tersebut saat ini masih dalam proses hukum dari sisi pengembangan kasus. "Ancaman hukumannya,  bagi Si E dan D dijerat dengan pasal 112 dan 1141 undang undang narkotika dengan hukuman minimal 5 tahun penjara dan tersangka H diganjar pasal 114 dan pasal 112 dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara, " tukasnya(*) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar