Petugas Perbatasan Harus Waspada dan Paham Persoalan Perbatasan

Pelaksanaan siturahmi dengan Pemkab, masyarakat, tokoh masyarakat di Malinau beberapa waktu lalu.jpg.jpg

KBRN – Malinau : Pengamanan wilayah perbatasan, menjadi perhatian khususnya dari pemerintah, baik pemerintah pusat dan daerah. Tak terkecuali juga dari TNI Angkatan Darat yang selama ini menjalankan tugas pengamanan territorial kewilayahan. Hal ini juga terntunya tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dan kemanunggalan TNI bersama dengan rakyat. Terutama upayanya bersama-sama menjaga wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seperti ditegaskan Direktur Sistem Metode dan Pusat Territorial Angkatan Darat (Dirsismet Pusterad) Mabes TNI/ Brigjen TNI Achmad Said saat berkunjung ke Kabupaten Malinau beberapa waktu lalu. Dirinya menegaskan, dalam mengamanan wilayah perbatasan maka TNI sudah menempatkan tim satuan tugas di pos-pos daerah perbatasan. “Khususnya pos-pos lintas batas yang selalu ditekankan dari pimpinan untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap sega kemungkinan yang terjadi di daerah tersebut,” ujar Achmad Said.

Yakni, sambung Achmad Said, petugas di perbatasan harus selalu peka terhadap masalah perbatasan, sehingga infiltrasi atau masuknya orang asing melalui pintu jalur perbatasan ke wilayah Indonesia. Termasuk juga kejahatan-kejahatan lainnya secara dini dapat diantisipasi serta dapat dilakukan pencegahan dengan melakukan koordinasi dengan semua pihak. Seperti menyelendupan, perdagangan orang serta yang lainnya, akan lebih diketahui sejak dini oleh petugas pos pamtas. Sehingga jangan sampai itu terjadi,” tegasnya.(***)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar