Rakor, Polres dan Stakeholder Bahas Pengamanan Nataru

Sumber : Humas Polres Malinau.jpg

KBRN, Malinau : Polres Malinau menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan pengamanan jelang natal dan tahun baru (Nataru) dan Percepatan Vaksinasi Covid-19. Kapolres Malinau AKBP Reza Pahlevi yang diwawancarai usai rapat koordinasi di ruang Rupatama Polres Malinau pada Kamis mengatakan, penting untuk melibatkan stakehorder terkait dalam pengamanan Nataru agar pelaksanaannya berjalan aman, lancar, dan kondusif. Hal ini juga berkaitan dengan perayaan nataru yang masih dalam fase memerangi pandemi Covid-19.

Kendati pemerintah resmi mengumumkan bahwa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 batal dilaksanakan selama Nataru, namun menurut Reza tetap ada aturan yang diberlakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Kami juga mengambil inisiatif untuk lakukan pembatasan-pembatasan maupun pengetatan-pengetatan, khususnya kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan kemudian akses keluar-masuk Kabupaten Malinau sendiri untuk meminimalisir dari pada penyebaran covid beserta variannya” Ucapnya (09/12).

Lebih jauh ia mengatakan, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi mengenai percepatan Vaksinasi Covid-19.

“Selama ini kita kan kegiatan sendiri-sendiri, Dinkes sendiri, Polri sendiri, kemudian TNI sendiri, begitu juga saya baru tau ternyata selain kami bertiga yang kedepankan masalah vaksin, penanganan covid, ternyata ada instansi lain, bahkan dari perusahaan maupun parpol, nah kita mau menyatukan, satu persepsi, satu misi, bahkan satu kegiatan, tidak terpolarisasi, masing-masing kegiatan ini padahal kita sama, maka saya sarankan tadi kedepannya kita bicarakan gimana kegiatan kita gabungan satu tim, ditentukan sasarannya secara bersama-sama, kita kan satu satgas nih” Ujar Reza.

Menurutnya hal ini penting untuk dilakukan agar pelaksanaan vaksinasi lebih terarah, terorganisir dan satu data.

Sejauh ini cakupan vaksinasi Kabupaten Malinau sudah berada di angka 73% meskipun secara nasional tercatat hanya 68% karena adanya kendala input data vaksin ke pusat. Cakupan ini sudah melampaui 70% target nasional, namun pihaknya bertekad tetap menggencarkan pelaksanaan vaksinasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar