Cegah Peredaran Narkotika di Perairan, BNNP Butuh Sarana Speedboat

KBRN, TARAKAN : Banyaknya jalur tikus di perairan Kalimantan utara yang menghubungkan dengan Malaysia, menjadi tantangan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara dalam memberantas peredaran narkotika. Dengan kondisi geografis ini BNNP membutuhkan sarana speedboat guna menunjang dalam pencegahan dan pengungkapan.

Saat ditemui, Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Samudi mengatakan, Kaltara yang berbatasan dengan negara tetangga Malaysia pihaknya harus memaksimalkan pengawasan.

"Memang ada kendalannya, kita tidak punya sarana speedboat. Karena geografis Kaltara ini wilayah perairan. Padahal itu sangat mendukung sekali apabila kita memiliki speedboat," inginnya.

Ia mengungkapkan, secara internal sudah mengajukan sarana speedboat ini. Apabila terpenuhi dinilai memudahkan anggita dilapangan mencegah dan memudahkan memberantas peredaran narkoba.

"Tentu dalam pengungkapan kita selalu menargetkan bandarnya. Tapi kalau ada pengguna, tetap kita tidak bisa memilih. Pasti akan di tindak secara hukum juga," ujarnya.

Sementara itu lanjut Samudi, dari data BNNP peredaran narkoba yang masuk melalui perairan semua. Kendala ini bukan berarti menyerah, namun ada upaya lain yang dilakukan agar Kaltara bersih dari Narkoba.

"Kita mengharapkan masyarakat dan rekan-rekan media selalu memberikan informasi. Apakah itu jaringan, bandar, atau lingkungan banyak pengguna narkoba. Karena tugas pokok kita tidak hanya memberantas, tapi bagaimana memberikan edukasi masyarakat agar tidak ikut mencicipi atau memakai narkotika," urainnya.

Ia menyebutkan, masyarakat dan stake holder terkait harus sama-sama memerangi narkoba. Sesuai ikon BNN sekarang yakni Indonesia Bersih tanpa Narkoba (Bersinar)."Begitu juga di kewilayah, harapannya di Kaltara ini bersinar hingga di desa. Tentunya sama-sama dengan stake holder dan masyarakat ikut membentengi diri dari narkoba. Kaltara dalam membangun akan lebih cepat, jika masyarakat bersih dari narkoba," demikian Jenderal bintang satu ini. (crz)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00