Dua Botol Sabu Cair Dimusnahkan BNNP

KBRN, TARAKAN : Sabu-sabu bentuk cair yang terungkap oleh petugas Avsec Bandara Juwata Tarakan pada 27 Juli lalu. Dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara, di terminal lama Bandara Juwata Tarakan, Kamis kemarin (24/9/2020).

Dari pemusnahan ini, sabu cair diperiksa sampelnya oleh Labkesda Tarakan. Kemudian dilarutkan kedalam air lalu di buang ke dalam kloset, disaksikan penasehat hukum dan dua terdakwa. 

Kepala BNNP Kaltara Henry Parlinggoman Simanjuntak mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 2.895.96 gram dari total keseluruhan 3.095.96 gram. Disisihkan 200 gram sebagai barang bukti di persidangan nanti. 

"Pemusnahan kita lakukan agar tidak ada prasangka buruk barang bukti dari pihak yang berkontribusi melakukan peredaran narkotika. Pemusnahan dilakukan di area bandara karena mengapresiasi kinerja petugas Aviation Security (Avsec) bandara. Beruntung kita punya aparat yang siap melakukan pencegahan peredaran narkotika,” ujar dia.

Ditegaskan, sabu yang dicairkan ini untuk mengelabuhi petugas yang ada di bandara agar tidak ketahuan. Para pelaku juga meyakini, jika sabu cair lolos dari Tarakan, maka sabu tetap akan dibeli.“Bahkan pelaku mengakui bahwa air tersebut tidak berbahaya dan langsung diminum. Berani mempertaruhkan nyawa,” tuturnya.

Lanjutnya, sabu dicairkan ini bukan merupakan produk baru. Namun penyelundupan sabu cair ini sebagai modus baru di Kaltara. 

"Kami akan terus berupaya menekan laju permintaan narkoba. Pasalnya, jika permintaan tinggi maka suplai narkoba juga akan meningkat. Sebenarnya sabu ini sudah langsung bisa dipakai dengan menggunakan bong. Tidak perlu harus dikristalkan dulu. Kan yang dibutuhkan, asap dari zat itu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Juwata Tarakan, Agus Priyanto berencana akan mengundang Direktur Keamanan Penerbangan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pada 1 Oktober mendatang. Tujuannya untuk memberikan penghargaan kepada tiga orang petugas Avsec yang berperan dalam pencegahan narkotika.“Selain itu ada pembekalan juga kepada personil avsec. Prestasi yang lakukan perlu mendapatkan reward. Semua personil avsec harus punya sertifikat,” tutup dia. (Crz)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00