Teguk Sabu Cair, Seorang Penumpang Tewas di Hadapan Avsec

KBRN, TARAKAN : Seorang calon penumpang pesawat inisial FI tujuan Makassar, tewas setelah meminum air dalam botol diduga sabu dalam bentuk cair, saat dicurigai petugas Aviation Security (Avsec) di Security Cek Point (SCP) 2 Bandara Juwata Tarakan, Jumat (17/7/2020) lalu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kepala BNNP Kaltara, Brigjend Pol Henry P Simanjuntak melalui Kabid Pemberantasan AKBP Deden Andriana mengatakan, dari informasi yang diterima, awalnya Petugas avsec yang curiga dengan dua botol air berukuran 1,5 liter, sempat menanyakan kepada FI. Namun FI menjawab bahwa air dalam botol itu merupakan obat.

“Jadi, biar petugas Avsec percaya, FI langsung meminum air itu dua kali teguk. Tapi selang beberapa menit FI mendadak kejang sambil mengeluarkan busa maupun cairan dari mulut dan hidungnya. Setelah kejadian ini kami langsung menerima laporan dugaan pengiriman narkoba, dari petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan sekira pukul 12.45 Wita,” kata Deden, Selasa (21/7/2020).

Ia mengakui, saat tiba di bandara kondisi FI sudah meninggal dunia. Namun saat ditelusuri pihaknya mendapati ada orang lain yang berangkat bersama FI Yakni inisial AK.”Kita langsung cepat minta petugas Polsek Kawasan Pelabuhan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar mengamankan AK,” ujarnya.

Lanjut Deden, AK di jemput personilnya di Makassar pada sabtu lalu untuk di bawa ke Tarakan. Dari pengembangan, pihaknya juga mengamankan satu orang lagi berinisial SM warga Kelurahan Kampung Satu skip.

“Kita sudah tes urine ketiganya, dan hasilnya positif. Sedangkan dari penggeledahan di rumah kontrakan milik AK, juga ditemukan sabu tercecer di lantai. Selain itu hasil uji laboratorium air yang ada di dalam botol dari FI benar mengandung bahan mengandung sabu,” bebernya.

Dari pengungkapan ini, Deden menyebut, mengamankan 3 liter air mengandung sabu yang sudah di uji laboratorium secara digital maupun secara rapid di Labkesda dan benar itu sabu dalam bentuk cair.

“Penyidik kami masih melakukan pemeriksaan terhadap AK dan SM. Kita belum tahu bagaimana mereka dapat sabu cair itu,” tutup Deden. (crz)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00