Selama 2019 Lima Jaringan Pengedar Sabu Diringkus BNNP, Tiga diantaranya Napi

KBRN, TARAKAN : Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara sepanjang tahun 2019 terus berupaya memutus mata rantai peredaran narkotika. Hasilnya periode Januari sampai Desember 2019 sebanyak 22 kasus dengan 38 tersangka.

Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Herry Dahana menuturkan, Sebagian besar tersangkanya sudah dalam tahap menjalani persidangan. Dari jumlah itulah narkotika yang berhasil disita sebanyak 19,9 kilogram sabu. Dengan aspek supply reduction (memutus mata rantai) BNNP Kaltara membangun kerjasama dengan Polda Kaltara, Bea Cukai Tarakan, Bandara Juwata Tarakan dalam melakukan penindakan.

"Jaringan sindikat yang berhasil kita ungkap sebanyak lima jaringan, yang tiga diantaranya melibatkan narapidana sebagai pengendali dari 3 Lembaga Pemasyarakatan," sebutnya, Senin (6/1/2020), saat pers rilis di kantor BNNP Kaltara.

"Kaltara menjadi salah satu wilayah strategis dan berpotensi besar menjadi tempat transaksi, serta peredaran berbagai jenis narkoba dengan perairan yang luas dan berbatasan langsung dengan negara tetangga," tambahnya.

Lanjut Herry, dari aspek demand, pihaknya melakukan langkah langkah preventif dalam mencegah pengaruh buruk narkoba dan menekan bertambahnya angka laju pakai narkoba. Program Pencegahan dilakukan melalui program Advokasi, Diseminasi, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) serta Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan narkoba.

"Sejak periode Januari sampai Desember 2019 secara keseluruhan meliputi, instansi pemerintah, instansi swasta, instansi pendidikan dan kelompok masyarakat yang sebanyak 43 kali kegiatan, dengan jumlah peserta 327 orang. Pelaksanaan advokasi yang dilakukan ini menghasilkan berbagai kebijakan yang mendukung pelaksanaan P4GN di daerah. Sedangkan kegiatan diseminasi informasi/KIE/sosialisasi yangdilakukan secara konvensional telah dilaksanakan sebanyak 136 kali kegiatan yang menyasar 35.444 orang dari berbagai tingkatan usia," jelas Jenderal bintang satu ini.

Lanjut Kepala BNNP, Kegiatan diseminasi juga di lakukan di berbagai media cetak dan elektronik dengan jumlah kegiatan sebanyak 52 kali kegiatan dan jumlah sebaran 602.131 orang."Aktifitas pencegahan lainnya, kita pernah menggelar pawai dan pameran dengan jumlah kegiatan sebanyak 2 kali, dengan jumlah peserta 20.500 orang," tuntasnya. (crz)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00