PDAM Dapat 16 Unit Kendaraan Roda 2 Untuk Operasional

KBRN, Tarakan : Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) utamanya penyediaan 16 unit roda 2 untuk operasional. 

Walikota Tarakan, Khairul mengatakan, dengan adanya kendaraan operasional ini diharapkan mampu memaksimalkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. 

"Adanya kendaraan operasional ini diharapkan mampu meningkatkan layanan ke masyarakat," kata Khairul, Sabtu (23/10/2021) disela penyerahan 16 unit kendaraan roda 2 untuk operasional yang dilakukan langsung oleh Kepala Cabang BTN Tarakan dengan Dirut PDAM Tirta Alam. 

Sebagai orang nomor satu di Pemerintah Kota Tarakan, Khairul mengingatkan PDAM untuk meningkatkan cakupan layanan air bersih kepada pelanggan. 

"Sebelum masa jabatan walikota habis sudah diatas 90 persen, dari sebelumnya 43 persen dan saat ini sudah mencapai 86 persen," tegasnya. 

Dirut PDAM Tarakan, Iwan Setiawan mengungkapkan, untuk pengadaan kendaraan operasional, PDAM tidak mengeluarkan uang untuk membeli kendaraan operasional. Sebab ini merupakan program dari BTN. 

"Kita (PDAM,red) punya dana, dana tersebut jika di tabung atau di tempatkan di Bank hanya mendapatkan giro itu namanya rugi, dan BTN memberikan hal berbeda melalui program pengembangan operasionla (PPO). Dengan PPO, selain mendapatkan 16 motor senilai Rp 360 juta, PDAM juga mendapatkan bunga Bank diakhir,” jelasnya. 

Iwan membeberkan, PDAM Tirta Alam Tarakan menyetorkan uang Rp 10 Milliar ke BTN dengan kontrak 3 tahun, dan di akhir kontrak  uang tersebut mendapatkan bunga giro sebesar Rp 400 Juta. 

“Kita manfaatkan uang ini semaksimal mungkin, uang bekerja mencari uang,” ucapnya. 

Kepala Cabang Bank BTN Tarakan, Hari Mulya Warman menambahkan, program PPO merupakan program unggulan dan khusus untuk perusahaan dan bisa memberikan bantuan operasional untuk nasabah.

“Intinya nasabah dapat bunga dari giro, selain itu dapat manfaat berupa barang operasional atau uang, bisa diambil di depan seperti saat ini, atau akhir tahun bisa juga periodik bulanan,” jelasnya. 

Untuk diketahui, 16 unit kendaraan roda 2 nantinya digunakan untuk operasional di embung 1 unit, 5 untuk operasional, dan 10 untuk operasional di lapangan, seperti pelayanan kebocoran pelanggan, maupun pelayanan di daerah pesisir sehingga lebih cepat.

​​​​​

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00