DPRD Kaltara Dukung Seribu Seratus Persen, Pemprov Siapkan Laboratorium Penguji Covid-19

KBRN, Tarakan : Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mempersiapkan pengembangan laboratorium, untuk pemeriksaan sampel covid-19 yang selama ini di kirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya, mendapat dukungan dari DPRD Kaltara,

Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris dihubungi RRI Tarakan, melalui Via Selulernya Kamis (9/4) siang, menyatakan sangat mendukung penuh, mengingkan masyarakat Kaltara perlu secepatnya mendapat perhatian, tindakan nyata dari pemerintah.

“Kami Dukung Seribu seratus Persen, Alasannya, jangan main – main karena penyebarannya sangat cepat sekali, artinya di Tarakan saja sampai hari ini sudah 9 Orang Positif, dikaltara mencapai 16 yang positif covid-19, kita tidak meminta, dimungkinkan ada lagi yang bisa terjangkit, jika tidak dengan segera dilakukan pemeriksaan,” Tegas Norhayati.

Dijelaskannya, dengan adanya lab sendiri dikaltara, diharapkan tidak lagi berlama – lama dilakukan pemeriksaan, agar ada kejelasan dari masyarakat kaltara yang diduga terinfeksi, karena selama ini harus melalui pengiriman sample swab ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, juga melayani provinsi lain, sehingga membutuhkan waktu menunggu hasil.

“Dengan kita memiliki lab sendiri, lebih cepat mendapatkan hasil cepat diisolasi, jadi ini harus dikejar, artinya kita tidak usaha menghukumi, ini musibah bukan aib, semua saling mendukung, kita saling medoakan, kalau kita tidak terbuka dan tidak bekerja sama habis kita” Ungkapnya.

Menurut Politikus PDI Perjuangan ini, Pemerintah Provinsi harus mengambil tindakan secepat – cepatnya, agar masyarakat Kalimantan Utara sudah terkontaminasi dengan virus Covid 19, tidak menjangkit ke masyarakat lainnya, sehingga masyarakat yang sudah menjalankan program tinggal dirumah 14 hari tidak sia – sia.

Bahkan menurutnya, DPRD Kaltara siap mendukung penganggaran, jika hal ini berkaitan dengan kesehatan, darurat kebencanaan dan keselamatan manusia, apapun akan ditempuh.

“saya sudah berulang – ulang mengatakan, kalau ini masalah kesehatan, masalah kemanusiaan, masalah keselamatan, apapun yang kita tempuh, kalau perlu kita konsentrasi masalah kesehatan ini, keselamatan masyarakat itu yang utama, untuk pembangunan, infrastruktur masalah belakang, karena tidak mungkin kita lakukan, dalam kondisi saat ini,”Tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00