Bawaslu Tarakan : Cegah Mobilisasi Masa, Saat Pencoblosan Pemilih Bawah e-KTP

KBRN, Tarakan : Mengantiasipasi kartu C6 dipergunakan oknum tertentu pada saat pencoblosan 17 April 2019 mendatang, Pemilih harus memperlihatkan Kartu Tanda penduduk Elektronik sebagai identitas diri.

Pernyataan itu diungkapkan Komisioner Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan, Dian Antarja kepada Radio Republik Indonesia jum'at (8/3/2019).

menurutnya mobilasi masa sangat luar biasa dampaknya, dapat mengakibatkan kecurangan dan mencederai pelaksanaan pemilu serta melukai demokrasi.

"Memang bagi warga yang sudah mendapat C-6 sudah masuk dalam daftar pemilih, namun untuk mengkroscek kepemilikan apakah benar milik yang bersangkutan, sehingga perlu di cocokkan dengan identitas," Ungkap Dian Antarja.

Ditambahkannya, kenapa menjadi keharusan membawa identitas, karena hal itu diatur dalam undang - undang 7 tahun 2017, pemilih membawa e-KTP saat pencoblosan.

"Pengalaman pemilihan Walikota 2018 lalu dalam Formulir C-6 yang dibagikan kepada masyarakat, tercantum untuk membawa identitas saat akan menyampaikan hak suaranya", Jelasanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00