Bawaslu Gelar Simulasi Ajukasi Sengketa Pemilu

Pelaksanaan simulasi idang ajukasi penyelesaikan sengketa pemilu di kantor Bawaslu pada Senin (23/5) siang.jpg

KBRN – Malinau : Salah persoalan yang dihadapi Badan Pengawas Pemilu Bawaslu) dalam penyelenggaraan pemilu adalah penyelesaian sengketa pemilu tersebut atas gugatan dari pihak tertentu. Terutama pihak yang merasa tidak puas terhadap hasil pemilu atau pelaksanaan pemilu yang berlangsung. Karena itu, dari Bawaslu Malinau menggelar simulasi sidang ajudikasi penyelesaian sengketa proses pemilu di kantor Bawaslu Malinau Senin (23/5).

Ketua Bawaslu Malinau, Donny menegaskan, simulasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman serta pengalaman secara langsung kepada ketua dan anggota serta jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Malinau dalam mempersiapkan diri menghadapi tahapan pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 mendatang. Dalam simulasi sidang ajudikasi ini masing-masing diberikan peran untuk melancarkan proses simulasi sidang adjudikasi. Sehingga memiliki gambaran yang komprehensif. “Tetapi yang lebih penting lagi, staf sekretariat dapat memahami berkas-berkas atau dokumen apa saja yang harus disiapkan mulai dari saat penerimaan permohonan, mediasi hingga adjudikasi,” tegas Donny.

Sesuai amanah dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, sambung Donny, Bawaslu diberikan kewenangan untuk menyelesaikan sengketa proses Pemilu, yang terjadi antara peserta dgn penyelenggara maupun peserta dgn peserta pemilu. Dimulai dari tahapan mediasi dan jika mediasi tidak mencapai kesepakatan maka dilanjutkan dengan ajudikasi. “Simulasi Sidang adjudikasi ini berbentuk lomba yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara, kepada Bawaslu Kabupaten/Kota se-kaltara,” terangnya.

Proses simulasi sidang adjudikasi disaksikan secara langsung oleh tim penilai Bawaslu Kaltara yang terdiri dari pimpinan Bawaslu kaltara Sulaiman, Fadliansyah dan Arif Rochman serta staf divisi penyelesaian sengketa dan disaksikan oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kaltara melalui Zoom Meeting.(***)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar