Siti Laela Nahkoda Baru Partai Golkar Tarakan

KBRN, Tarakan :Hj. Siti Laela terpilih sebagai Ketua atau Ketua Formatur pada Musyawarah Daerah (Musda) V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Tarakan yang dilaksanakan, Minggu (20/06/21).

Ketua PC Muslimat NU Tarakan ini terpilih secara aklamasi, setelah menumbangkan Anas Nurdin yang sebelumnya ingin maju namun tidak memenuhi persyaratan pencalonan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tarakan.

Pada Musda yang dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kalimantan Utara Syarwani, Dewan pertimbangan DPD I Partai Golkar Kaltara Arsya Talib ini, ada 2 bakal calon yang mendaftar untuk berebut kursi Ketua diantaranya Anas Nurdin dan Siti Laela.

Anas Nurdin mendaftar sebagai bakal calon dengan membawa 4 dukungan pemegang hak suara, untuk Siti Laela membawa 7 dukungan pemegang hak suara. Sedangkan persyaratan bisa maju sebagai calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tarakan, minimal harus mendapat 30 persen dukungan dari pemegang hak suara.

"10 pemegang hak suara tersebut terdiri dari DPD I Partai Golkar Provinsi Kaltara, DPD II Partai Golkar Kota Tarakan, Dewan Pertimbangan DPD II Partai Golkar Kota Tarakan, Pimpinan Daerah Organisasi Sayap, Pimpinan Daerah Ormas Pendiri, Pimpinan Ormas Didirikan, dan 4 Pimpinan Kecamatan (PK), Jelas Ketua Steering Committee (SC) Suwardi Minggu (20/06/2021).

Dalam Musda V DPD Partai Golkar Kota Tarakan ada 10 pemegang hak suara sesuai yang diatur dalam Peraturan Organisasi (PO) Nomor 2 Partai Golkar pasal 46 untuk pemilihan Kabupaten dan Kota. Tetapi yang bisa menggunakan hanya 9, karena Dewan pertimbangan DPD II Partai Golkar Kota Tarakan tidak dibentuk sehingga hak suara tidak bisa dipakai untuk memilih.

“Pertama itu (Anas) memenuhi 30 persen, setelah hasil verifikasi oleh tim SC sesuai ketentuan yang diatur dalam juklak (Petunjuk Pelaksana) Nomor 2 Tahun 2020 berkurang karena 2 dukungannya ganda, jadi tidak diberlakukan kepada kedua calon. Sehingga dukungan keduanya berkurang dan pak Anas dianggap tidak memenuhi persyaratan pencalonan, karena dukungannya tidak mencapai 30 persen,” kata Suwardi.

Lanjutnya, dari hasil verifikasi persyaratan pencalon bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tarakan yang dilakukan SC, ada 2 dukungan ganda yang diberikan pemegang hak suara kepada kedua calon. Dukungan ganda tersebut, tidak sesuai dengan mekanisme Partai.

"Juklak Nomor 2 Tahun 2020 pada tahap pencalonan di poin f dijelaskan, apabila terdapat calon yang memperoleh dukungan 50+1 dari pemegang hak suara langsung dinyatakan sebagai Ketua tim Formatur. Selain itu, di Poin b juga dijelasakan pemilihan dilaksanakan apabila terdapat lebih dari satu calon yang memperoleh dukungan 30 persen. Karena yang memenuhi persyaratan pencalonan hanya satu calon maka bu Laela ditetapkan sebagai Ketua tim Formatur terpilih dan otomatis sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tarakan,” Tutup Suwardi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00