Pengembangan Sektor Pertanian di Kaltara Berpotensi Besar

KBRN, Tanjung Selor : Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Provinsi Kaltara, Udau Robinson mewakili Gubernur Kalimantan mengungkapkan dukungan Presiden dan Wakil Presiden RI sangat baik dalam pengembangan sektor pertanian khususnya di Kaltara yang berpotensi besar.

Hal tersebut diungkapkan usai memperingati Hari Perkebunan Nasional ke-64 secara daring di hadiri Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin membuka langsung acara tersebut serta Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo.

“Oleh sebab itu dari OPD teknis kita harapkan dapat menindaklanjuti untuk menyentuh potensi yang kita miliki. Kita petakan sehingga mana yang bisa dikembangkan menjadi komoditi ekspor ke depan, itu yang kita prioritaskan karena jelas, sebagai bukti Pak Wakil Presiden dan Mentan dalam sambutannya menunjukan kita tidak tergantung pada barang impor sehingga sudah dua tahun kita berhasil menghentikan impor beras,” ungkapnya

Ketika beras mampu memenuhi kebutuhan nasional menurut Udau tidak menutup kemungkinan pada produk Indonesia lainnya terutama rempah-rempah.

“Ini suatu momen yang sangat luar biasa, dengan ditetapkannya tanggal 11 desember sebagai hari rempah nasional, maupun hari perkebunan tanggal 10 desember.  Jadi bukan hanya seremonial saja karena pertanian jika bergerak sendiri tidak membuahkan apa-apa, harus bersinergi dengan dinas-dinas lain. Potensi di wilayah perbatasan dan pesisir yang menjadi masalah utamanya adalah infrasturktur yang saat ini menjadi fokus Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk bisa membangun potensi yang dimiliki masyarakat Kaltara dalam rangka menuju berubah, maju dan sejahtera,” tutupnya.

Hak senada diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Heri Rudiyono mengungkapkan jika seluruh provinsi regional Kalimantan telah memetakan potensi unggulan daerahnya.

“Untuk perkebunan ada sawit, lada, kopi, kakao dan kelapa dan sudah ada sentra-sentranya, kemudian untuk ketahanan pangan kita ada kawasan food estate pengembangan padi juga jagung sementara peternakan kita ada sapi potong dan kambing kita sudah ada semua petanya, karna sekarang memang harus terpetakan sebelum mengajukan sesuatu di pusat,” jelas Heri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar