Progres Rencana Pembangunan Fisik Madrasah Tsanawiyah Negeri

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malinau Sapriansyah Ali.jpg

KBRN, Malinau : Sejak tahun 2020 lalu Kementerian Agama Kabupaten Malinau telah mengusulkan penerbitan sertifikat tanah Madrasah Tsanawiyah Negeri Malinau atas nama Kemenag Malinau. Sebab syarat utama dari bantuan pembangunan fisik madrasah melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dari program Madrasah Education Quality Reform (MEQR), kepemilikan atas tanah harus atas nama Kemenag. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Malinau Sapriansyah Ali yang dikonfirmasi pada Selasa mengatakan, tahun ini pihaknya harus mengajukan setidaknya dua kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan fisik madrasah, yakni permohonan pembangunan fisik ke pusat dan pengajuan penerbitan sertifikat tanah atas nama Kemenag terhadap pemerintah daerah.

“Nah pemda sudah turun ke lapangan untuk mengukur lokasinya, kemudian nanti tahap selanjutnya akan dilepas, karena ternyata itu kan gabung dengan tanah milik pemda kan, itu nanti harus dibebaskan, kemudian setelah dibebaskan baru dibalik nama atas nama Kementerian Agama, kalau itu sudah ada namanya baru kita ajukan ke pusat, nanti dari pusat akan mengirim permohonan data, syarat-syarat teknisnya untuk diberikan bantuan pembangunan fisik” Ujarnya (08/12).

Ditambahkan Sapriansyah Ali, penataan dan penyelesaian beberapa persoalan administrasi dalam Madrasah Tsanawiyah Negeri Malinau merupakan bagian dari proses peningkatan kualitas madrasah kedepan. Sebab menurutnya, semua satuan pendidikan di bawah naungan Menag, mulai dari tingkat Ibtidaiyah hingga Aliyah kini mencoba bertransformasi untuk meningkatkan kualitas supaya bisa berdiri sejajar dengan pendidikan umum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar