Disdik Tarakan Siap Tarik Rem PTM Jika Ditemukan Ledakan Kasus

KBRN, Tarakan : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas akan dilakukan pada Juli 2021 mendatang.

Aktivitas PTM terbatas ini dilakukan setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan Tajuddin Tuwo menyampaikan, beberapa sekolah di Kota Tarakan siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Sebenarnya kan sudah saya sampaikan untuk PTM setelah dilaksanakan nya simulasi, sudah keluar surat izin satgas covid dalam hal ini walikota Tarakan yang remerekomendasi kan sekolah" Jelasnya, Selasa (22/06/2021).

"SD Negeri ada 47 sekolah, Swasta nya 28, dan SMPN nya ada 14 sekolah dan ditambah 14 swasta" tambahnya.

Selain itu, kata dia PTM terbatas bukan semata-mata melaksanakan sekolah seperti pada umumnya, melainkan mengatur dan mengendalikan jumlah peserta didik.

"Kita serahkan kesekolah masing masing, kalau sudah memenuhi syarat, salah satu syaratnya semua guru sudah divaksin, setelah divaksin yang kedua kali itu minimal 14 hari, baru bisa dibuka PTM, kalau syarat nya itu mereka mau buka itu terserah kepala sekolahnya kita tidak ada intervensi lagi" Ungkapnya.

Lanjutnya, jika dalam pelaksanaan terjadi penularan Covid-19, maka ada beberapa langkah yang diambil.

Pertama, sekolah harus menghentikan PTM. "Setelah terlaksana nya PTM itu tetap ada pengawasan pembina memantau kepada sekolah sekolah binaan nya, dan jika ada kasus baru, sekolah harus menghentikan PTM" Pungkasnya. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00