Anggaran dan Prestasi Tantangan Calon Ketua KONI Tarakan

KBRN, Tarakan : Alokasi Anggaran yang minim dan prestasi cabang olahraga menurun, menjadi tantangan bagi calon ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kota Tarakan yang akan melaksanakan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Tarakan periode 2019-2023 dijadwalkan Juni mendatang.

Sekretaris Umum Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Tarakan Taufik Chusyairi, meminta figur calon ketua umum KONI harus bisa bersinergi dengan Walikota Tarakan terpilih nantinya.

“Calon Ketua Koni, harus bisa bersinergi dengan Dokter khairul yang akan dilantik sebagai Walikota Tarakan periode 2019-2024, menggantikan Sofian Raga yang berakhir masa jabatannya awal Maret mendatang,” Ungkap Taufik Selasa (5/2/2019) menyikapi kabar akan dilakukannya Musorkot tahun 2019 ini.

masa kepengurusan KONI Kota Tarakan, saat ini dinilai tidak mampu  menjalin komunikasi baik dengan Pemerintah Kota khususnya kepala daerah, dibuktikan alokasi anggaran olahraga setiap tahunnya kian menurun tajam.

Dampak Anggara Minim banyak prestasi cabor,  termasuk panahan mengalami penurunan drastis, sementara saat ini cabor akan menghadapi Qualifikasi atau Pra PON di tahun ini, sehingga Pengcab kabupaten/kota mulai mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar atletnya bisa mewakili Kaltara dan lolos ke PON XX mendatang.

Ditanya siapa Figur yang akan diusung Pepani, Menurut Taufik, sejauh ini pihaknya belum menyatakan sikap mendukung seseorang sebagai calon Ketua Umum KONI Kota Tarakan periode 2019-2023. “Perpani masih menunggu kepastian arah dukungan Walikota Tarakan nantinya,” Pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00