Influenza A Bukan Penyakit Baru, Ini Gejalanya
- 22 Okt 2025 08:58 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan dr. Devi Ika indriarti mengungkapkan influenza A sebenarnya bukan penyakit baru.
Hal itu disampaikannya seiring meningkatnya kasus influenza A di sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.
"Itu (influenza A) bukan penyakit baru. Cuma orang sekarang keluhannya influenza itu kan kadang-kadang ada yang agak lama batuk, pileknya, itu bisa terjadi karena daya tahan tubuhnya. Jadi ini bukan penyakit baru," ujar Devi Ika Indriarti, Rabu (22/10/2025).
Dibeberkan bahwa influenza A merupakan penyakit yang disebarkan oleh virus influenza yang sudah bermutasi yaitu influenza tipe A.
Gejalanya sama seperti influenza biasa. Di antaranya demam tinggi, batuk, sakit pada tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, sakit kepala, sakit otot dan sendi, keletihan hingga kurang selera makan.
Hanya saja gejala influenza A terkadang berlangsung lebih lama, tergantung daya tahan tubuh seseorang.
"Kalau daya tahan tubuh kita kurang bagus otomatis virusnya masih bertahan dalam badan kita. Kan itu penyembuhan sendiri sebenarnya, yang diobati itu gejalanya," tutur Devi.
Menurut Devi, influenza A ini muncul disebabkan beberapa faktor. Salah satunya cuaca yang berdampak pada pola konsumsi serta daya tahan tubuh manusia.
Sedagkan penyebarannya melalui droplet (percikan air liur atau lendir) yang keluar saat penderita mengalami batuk, bersin atau berbicara.
| Baca juga: Hewan Peliharaan Tak Sekadar Teman Bermain |
Penularan juga dapat terjadi melalui kontak tidak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus, seperti gagang pintu, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Karena itu Devi menyarankan pentingnya melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit ini.
Di antaranya selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir jika pulang bepergian, sebelum dan sesudah makan serta dari kamar mandi.
Selain itu, menjaga kesehatan dengan makan makanan bergizi , minum air putih yang cukup minimal 2 liter dalam sehari, isitirahat cukup di malam hari serta rutin berolahraga.
Jika terkena demam, batuk dan pilek agar selalu memakai masker jika berinteraksi dengan orang lain serta menghindari keluar rumah jika sakit kecuali bepergian untuk berobat.
Masyarakat juga diimbau untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila keluhan tidak hilang setelah minum paracetamol dan beristirahat. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....