Paranoid: Ketika Rasa Curiga Berlebihan Jadi Masalah Serius
- 30 Sep 2025 22:14 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Dalam kehidupan sehari-hari, rasa waspada terhadap lingkungan sekitar merupakan hal wajar. Namun, ketika kewaspadaan itu berubah menjadi ketakutan berlebihan dan kecurigaan tanpa alasan jelas, kondisi ini bisa mengarah pada gangguan yang dikenal sebagai paranoid.
Paranoid merupakan istilah yang menggambarkan pola pikir penuh kecurigaan berlebihan, seolah orang lain berniat jahat atau merugikan. Dalam dunia psikologi, paranoid dapat menjadi gejala gangguan mental tertentu, seperti Paranoid Personality Disorder (PPD) atau bagian dari gangguan psikotik seperti skizofrenia paranoid.
Psikolog klinis menyebut bahwa gejala paranoid sering kali mencakup:
Rasa tidak percaya pada orang lain secara ekstrem.
Keyakinan bahwa orang lain ingin menyakiti atau menipu.
Sensitivitas berlebihan terhadap kritik.
| Baca juga: Otot "Ketarik", Apakah Bahaya? |
Sulit membangun hubungan sosial yang sehat.
Menurut data WHO, gangguan paranoid dapat muncul akibat kombinasi faktor biologis, genetik, dan lingkungan. Stres berkepanjangan, trauma, atau penyalahgunaan narkoba juga dapat memperburuk kondisi ini.
Masyarakat perlu memahami bahwa paranoid bukan sekadar sifat “cemburu” atau “overthinking”. Jika dibiarkan, gangguan ini bisa mengganggu pekerjaan, kehidupan sosial, bahkan keselamatan diri. Penanganan melalui terapi psikologis, konseling, dan dalam beberapa kasus pengobatan medis menjadi langkah penting untuk membantu penderita paranoid menjalani hidup yang lebih sehat.
Para ahli kesehatan mental mendorong masyarakat untuk tidak memberi stigma pada penderita paranoid. Sebaliknya, dukungan keluarga, edukasi, dan akses layanan kesehatan jiwa sangat diperlukan untuk pemulihan.
Paranoid adalah fenomena serius yang kerap luput dari perhatian. Pemahaman dan empati publik menjadi kunci agar gangguan ini tidak menjadi beban yang harus dipikul penderita seorang diri. RV
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....