Mozaik Indonesia: Tips Merawat Kaki Bagi Penderita Diabetes
- 21 Agt 2025 09:58 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan: Diabetes Melitus merupakan penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat infusiensi fungsi insulin. Secara umum, penyakit Diabetes Melitus terjadi akibat gaya hidup tidak sehat yang menyebabkan akumulasi menumpuknya kadar gula dalam darah dan berada diatas ambang batas normal yang bresifat kronis dan jangka panjang.
Salah satu tundakan penting yang harus diperhatikan penderita dan keluarga pengidap diabetes adalah perawatan kaki. Perawatan ini penting dilakukan dengan cara yang benar untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes, seperti ulkus atau borok di kaki.
Penanganan oleh dokter perlu dilakukan ketika muncul borok atau sekadar luka di kaki penderita diabetes. Borok yang dibiarkan berisiko menyebar serta menyebabkan kerusakan pada jaringan dan tulang, bahkan ada kondisi dimana penderita perlu menjalani tindakan
amputasi.
Dewi Wijayanti, S.Kep.,Ns.,M.Kep. seorang dosen fakultas ilmu kesehatan Universitas Borneo Tarakan dalam dialog Mozaik Indonesia di RRI Tarakan pada Senin (4/08/2025) mengatakan ada beberap tahapan perawatan kaki yang bisa dilakukan bagi penderita diabetes diantaranya.
1. Mengontrol Kadar Gula Dalam Darah
Setidaknya tidak diatas ambang normal. Kriteria batas normal tergantung pada kondisi seperti gula darah puasa, gula darah sewaktu, gula darah 2 jam.
Normalnya gula darah sewaktu menurut WHO kurang dari 200 mg/dl.
Gula darah puasa kurang dari 126 mg/dl kategori baik 80 – 110 mg/dl.
2. Mencuci Kaki
Mencuci kaki dengan air hangat tanpa menggosok dengan keras, boleh menggunakan sabun. Sabun yang digunakan adalah sabun yang dipakai sehari-hari oleh pasien untuk menghindari terjadinya alaegi pada pasien bila mengganti dengan sabun yang lain.
3. Mengeringkan Kaki
Kaki yang habis dicuci dikeringkan dengan handuk bersih, mengeringkan kaki tidak perlu terlalu kuat yang penting kaki tidak lembab karena bila lembab dikhawatirkan mengundang jamur.
4. Memperhatikan Kuku
Kalau sudah waktunya kuku dipotong harus dipotong jangan sampai panjang dikhawatirkan ketika berjalan tersandung terkena kuku yang akan mengakibatkan luka, memotong yang aman adalah sesuai arah normalnya kuku di jari dan tidak boleh terlalu pendek karena rentan terjadi lecet/luka pada ujung kuku. Kuku yang telah dipotong akan terasa tajam maka harus dikikir.
5. Memperhatikan Kulit Kaki
Perhatikan apakah kulit kaki ada terlihat kering atau tidak, bila ada kering boleh memakai lotion namun tidak diterapkan disela-sela jari karena akan menyebabkan lembab yang mengundang jamur.
Ketika memakai lotion perhatikan juga apakah ada lecet-lecet, ruam atau kemerahan di sekitar kaki atau ada gatal di sekitar kaki yang tak kunjung sembuh itulah pentingnya perawatan kaki.
6. Menggunakan Alas Kaki
Dirumah sebaiknya memakai sendal, bila berolahraga di luar pakailah sepatu, yang perlu diperhatikan untuk alas kaki ini tidak sempit, gunakan alas kaki yang pas, tidak sempit dan tidak kelonggaran, yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan alas kaki cek terlebih dahulu apakah di dalamnya ada benda-benda asing yang berbahaya seperti jarum, paku, kerikil.
7. Menggunakan Kaus Kaki
Perlu diperhatikan apabila sudah mengunakan kaus kaki sekian lama dan terasa lembab maka kaus kaki harus segera diganti karena kaus kaki yang basah mengundang jamur atau kuman.
Dewi menambahkan dari beberapa urutan perawatan yang dilakukan apabila menemukan luka, bengkak yg tak kunjung sembuh, ada ruam kemerahan yang sudah ada dalam beberapa hari maka segera bawa penderita diabetes ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan tindakan yang tepat dan benar. (news writer: Gode Permana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....