Koordinasi Pengendali Inflasi Tarakan

KBRN, Tarakan : Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara nasional yang dipimpin oleh Presiden RI, Joko Widodo pada Kamis, 18 Agustus 2022, langsung dari Kantor Kepresidenan. 

Di Kota Tarakan, kegiatan ini dilaksanakan di ruang kerja Wali Kota dengan diikuti oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltara dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Tarakan. 

Kegiatan ini mengambil tema Sinergi untuk Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan Nasional. Terdapat beberapa amanat Presiden dalam Rakor ini, antara lain penguatan pengendalian inflasi dan kolaborasi antara TPID dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP). 

Kenaikan harga, termasuk dalam komoditas pangan, yang sedang dalam tren peningkatan di seluruh dunia pun merupakan hal yang harus diperhatikan di masing-masing daerah. Presiden meminta agar TPID dapat mencatat komoditas yang mengalami kenaikan harga dan bisa menemukan faktor penyebab terjadinya inflasi di daerahnya.

Selanjutnya, TPIP mengecek kembali daerah mana yang memiliki pasokan komoditas yang melimpah untuk memastikan pasokan komoditas tetap aman dan rantai distribusi komoditas tetap berjalan dengan baik.

Kemudian data komoditas pangan yang ada di TPID dan TPIP harus diintegrasikan. Karena Indonesian merupakan negara yang sangat besar, memiliki 37 provinsi, dan tiga daerah otonomi baru (DOB).

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Tarakan sendiri secara proaktif bersama Bank Indonesia dan segenap unsur TPID telah melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi daerah, misalnya dengan monitoring kebutuhan dan ketersediaan pangan, serta mengambil kebijakan yang dianggap perlu.

Misalnya, kebijakan fasilitasi mendatangkan sapi dari Gorontalo dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam kota jelang Idul Adha lalu, melakukan pembinaan bagi petani lokal, dan melakukan pemantauan pasar.

Tercatat, inflasi Kota Tarakan pada Juli 2022 terkendali di angka 0,50 persen, dan sepanjang tahun 2022 mengalami inflasi 3 persen, dengan komoditas pangan penyumbang inflasi terbesar yaitu bawang merah, cabai, dan tomat.

Humpro Pemkot Tarakan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar