Berjam-jam puluhan warga antri air bersih di IPA Tanjung Lima

Entrain warga untuk air bersi di IPA Tanjung Lima Malinau

KBRN, Malinau : Jebolnya tanggul kolam penampungan limbah batu bara di perusahaan PT. Kayan Putra Utama Coal (KPUC) masih menyisakan permasalahan bagi masyarakat yang ada disekitar aliran sungai, seperti diantaranya desa Malinau Kota, Desa Malinau Hulu, Desa Malinau Hilir dan Desa Batu Lidung untuk diwilayah Kecamatan Malinau Kota, belum lagi desa-desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara dan Malinau Barat. Dampak negatif yang diterima masyarakat yang paling utama adalah hilangnya sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sampai hari ini sejak kejadian jebolnya tanggul kolam limbah batu bara, masyarakat tidak lagi bisa mendapatkan air bersih yang biasanya mengalir dari Perusahaan Umum Daerah (perumda) Apa' Mening karena air baku sudah tidak lagi layak untuk diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat. Mengatasi permasalahan tersebut pihak manajemen Apa' Mening Kabupaten Malinau upayakan solusi yaitu memberikan pelayanan air bersih gratis yang bisa di ambil di Instalasi Produksi Air (IPA) yang berada di wilayah Desa Luso yang dikenal IPA Tanjung Lima. Solusi ini semata-mata tidak bgitu saya menguraikan permasalahan air bersih bagi masyarakat, menurut pantauan langsung RRI dilapangan, puluhan warga dengan menggunakan mobil dengan tandon airnya, mengantri berjam-jam untuk mendapatkan air bersih gratis dari Perumda Apa' Mening. Berikut penuturan Robi salah satu warga desa Malinau Kota yang mengantri air bersih.

" Saya mengantri dari sekitar jam 9 pagi dan saat ini sdh jam 11 namun antrian masih panjang. Saya baru mendapatkan informasi bahwa perumda Apa' Mening berikan air bersih gratis bagi masyarakat yang terdampak limbah, jadi saya datang kesini sekalinya ini sudah kaya antri BBM saja, antriannya panjang."

Namun demikian masyarakat juga mengaku sangat terbantu dengan adanya solusi yang diberikan oleh pihak apa' mening ini, meskipun harus mengantri warga akhirnya bisa mendapatkan air bersih yang sudah 3 hari langka. Setiap warga yang datang diberikan air bersih 1000 liter secara gratis.

Hal ini dibenarkan direktur perumda Apa’ Mening Syaiful Bhari saat ditemu RRI diruang kerjanya, kamis (18/08). Kami berupaya memberikan solusi bagi masyarakat yang wilayahnya masuk kedalam cakupan IPA Kuala Lapang dan IPA Malinau Kota, karena sampai saat ini hanya IPA Tanjung Lima saja yang kualitas air bakunya bisa kami produksi.

“ kami berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan air masyarakat meskipun ini masih belum maksimal, kami berharap ada dukungan dari semua pihak untuk mengatasi permasalahan air bersi saat ini.” Ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar