Sekitar 7.000 Pelanggan PDAM Terdampak Krisis Air Bersih

Manajer Perumda Apa’Mening Sofian.jpeg

KBRN, Malinau : Sekitar 7.000 pelanggan Perumda Apa’Mening Malinau terdampak akibat terhentinya distribusi air bersih selama 3 hari terakhir. Manajer Perumda Apa’Mening Sofian saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya pada Kamis (18/08) mengatakan kondisi air baku saat ini tidak memungkinkan untuk diolah, sehingga Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kuala Lapang dan Malinau tidak bisa beroperasi secara maksimal. Wilayah pelayanan kedua IPA ini meliputi sejumlah desa di Kecamatan Malinau Barat dan Kecamatan Malinau Kota yang mencapai 7.000 pelanggan.

“Ini meliputi pelanggan kami di Kuala Lapang, Tanjung Lapang, Batu Lidung, semua di wilayah kota di 2 IPA ini kurang-lebih 6 sampai 7 ribu pelanggan, kesemuanya ini tentu sampai hari ini kesulitan air bersih” Ucapnya.

Sementara ini, solusi yang ditawarkan Perumda yakni fasilitas air gratis di IPA Tanjung Lima yang dapat diambil sendiri oleh para pelanggan di wilayah layanan yang terdampak maksimal 1000 Liter/KK.

“Silahkan mengambil fasilitas yang kami berikan, menggunakan motor, menggunakan mobil, monggo, silahkan” Lanjut Sofian.

Solusi ini dikeluhkan para pelanggan dengan berbagai alasan, mulai dari lokasi rumah yang jauh dari tempat pengambilan air, keterbatasan kendaraan yang bisa digunakan untuk mengambil air, hingga tidak tersedianya penampungan air yang cukup besar di rumah masing-masing.

Pihak Perumda juga belum dapat memastikan kapan krisis air ini dapat teratasi, namun dipastikan pengolahannya akan sangat bergantung pada kondisi air baku.

“Kami berpatokan pada sistem pengolahan kami, artinya kalau sistem pengolahan kami mampu untuk mengolah air itu, maka kami akan mengolah, kebetulan 2 hari kemarin eror alat kami, artinya kalau sampai eror itu pasti di luar ambang batas (airnya), jadi setiap jamnya selalu kami amati, dan kami terus mencoba untuk melakukan pengolahan, artinya sampai air itu bisa diolah” Terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar