Krisis Air Bersih, Usaha Laundry Lesu

.jpeg

KBRN, Malinau : Sudah 3 hari sejak distribusi air bersih dari perusahaan air minum daerah ke rumah-rumah konsumen terganggu. Melalui pengumuman resminya Perumda Apa’Mening menyebutkan, suplay air terganggu karena kondisi air baku yang tidak memungkinkan untuk diolah. Hal ini menyebabkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kuala Lapang dan Malinau tidak bisa beroperasi secara maksimal.

Pihak Perumda tentu juga menawarkan solusi, dimana para pelanggan di wilayah layanan yang terdampak dapat mengambil air ke IPA Tanjung Lima dengan gratis maksimal 1000 Liter/KK. Namun solusi ini tidak cukup membantu bagi Kasmiah (59), salah seorang pelanggan yang menjalani usaha laundry di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat. Menurutnya, sejak 3 hari terakhir ia tidak memperoleh pemasukan sama sekali dari satu-satunya sumber mata pencahariannya ini. 

Ia mengaku terpaksa menolak pelanggan. Kini ia hanya pasrah berharap air segera mengalir.

“Sudah 3 hari ini tidak ada pemasukan sama sekali” Ucap janda yg juga harus menafkahi seorang anak ini saat ditemui di kediaman sekaligus lokasi usahanya pada Kamis (18/08).

“Tentu saja saya sangat dirugikan dalam hal ini, tidak semua orang bisa ngambil air ke tempat yang ditawarkan” Lanjutnya.

Ia berharap ada penyelesaian yang lebih baik dari pihak-pihak terkait atas permasalahan yang terjadi.

Sementara itu pihak Perumda Apa’Mening enggan berkomentar saat dimintai keterangan terkait kondisi air baku yang menjadi alasan terhentinya distribusi air bersih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar