Lepas Karnaval Budaya, Bupati Akui Malinau Kota Yang Teramai

Bupati Malinau saat menyampaikan sambutan sebelum melepas peserta karnaval budaya pada sabtu (13/8).jpg

KBRN – Malinau : Karnaval budaya yang digelar di kecamatan malinau kota pada sabtu (13/8/22) pagi melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tingkat pelajar, tingkat desa dan RT hingga paguyuban hingga berjumlah ribuan peserta. Bupati Malinau Wempi W Mawa SE., MH. yang melepas pawai karnaval budaya tingkat Kecamatan Malinau Kota tersebut didampingi Ketua DPRD Malinau dan anggota lainnya, Wakil Bupati Malinau dan sejumlah pejabat lainnya mulai pukul 09.45 pagi.

Rute yang dilalui yakni mulai titik star di lapangan siring seluwing RT 12 Malinau Kota menelusuri jalan Panembahan menuju simpang jembatan Malinau I hingga pelabuhan lama. Lalu belok kiri menuju simpang 3 eks  kntor Colombus belok kanan menelusuri Jl. AMD, Jl hingga simpang 3 kedhaton, lalu belok kiri menuju simpang empat terminal dan belok kiri menuju titik finish di dalam terminal Malinau Kota. Peserta menumpuk dalam terminal karena panitia menyediakan undian doorprize bagi peserta karnaval.

Usai menyaksikan dan mengikuti pawai tersebut dengan berjalan kaki, wempi w mawa kepada rri mengakui, peserta karnaval di kecamatan malinau kota ini lebih ramai di banding dengan karnaval budaya di kecamatan lainnya. Hal ini tercermin dari banyak peserta karnaval yang antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

Hal seperti ini pula yang dimaksudkan bupati dalam membangun kreatifitas budaya dalam membangun toleransi di tengah perbedaan. “Saya lihat ini yang paling ramai, kemarin saya lepas karnaval di Malinau Barat tidak serama ini. Dan Senin nanti saya juga akan lepas karnaval di Long Loreh, dari tiga kecamatan,” ungkapnya.

Meski tergolong sukses dan meriah, namun banyak peserta yang mengeluh sekaligus memberi masukan kepada panitia penyelenggara dalam karnaval ke depannya tidak dipisahkan antara titik finish dan starnya. seperti disampaikan ismail, selesai karnawal sampai dititik finish, dirinya termasuk peserta banyak yang kembali jalan kaki menuju titik star untuk mengambil kendaraanya yang ditinggal disana. sehingga menyulitkan peserta dari segi transportasi. “Ini masukan buat panitia, harusnya antara titik star dan finishnya itu berada di satu tempat. Bukan berbeda seperti ini. Sehingga menyulitkan peserta yang ikut harus kembali ke titik star lagi jalan kaki ambil kendaraan,” ungkapnya.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar