Razia Gabungan, Terdapat 41 Kendaraan dan Bayar Pajak Ditempat

Pelaksanaan pemeriksaan pajak kendaraan bermotor saat razia gabungan berlangsung.jpg

KBRN- Malinau : Operasi razia gabungan terhadap kendaraan bermotor di kabupaten malinau mulai digelar pada Kamis, 11 agustus 2022 sore berhasil menjaring sebanyak 41 pelanggar yang telat bayar pajak kendaraan bermotor. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Razia tersebut melibatkan polisi lantas,  UPT Dipenda Malinau dan Polisi Militer.

PARA pelanggar ini, kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi  Kaltara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malinau, Dr. H. Aan Hartono M.Si Kepada RRI, langsung diproses ditempat saat razia berlangsung. Artinya, pelanggar langsung  bayar pajak kendaraan bermotor di tempat.

Jika tidak membayar ditempat, maka STNK-nya di tahan dan diberikan surat perintah pembayaran pajak di kantor dipenda Samsat Malinau. Makismal tiga hari paling lambat atau hari selasa minggu depan harus dilakukan pembayaran.

“Jika tidak dibayar, maka kami akan didatangi sesuai dengan alamat yang tercantum pada surat kendaraan atau stnk yang ditahan itu,” terang Aan Hartono.

Disinggung soal jenis pelanggaran, sebut Aan Hartono, terdapat pajak tahunan dan pajak lima tahunan. Namun untuk pajak tahunan ini bisa diproses di lapangan dan untuk pajak lima tahunan harus di kantor.

Karena itu terkait dengan pergantian plat, gesek nomor mesin atau nomor rangka. “Jadi, totalnya ada 41 pelanggar tadi dengan pendapatan pajak sekitar 24 juta lebih,” sebut Aan Hartono.

Karena itu, dirinya berharap kiranya masyarakat wajib pajak kendaraan agar dapat membayar pajak kendaraannya setiap tahun agar terhindar dari operasi razia gabungan.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar