Persiapan Pemulangan Jamaah Haji Kaltara Ketat Prokes

KBRN, Tanjung Selor : Jamaah haji asal Kaltara, tidak lama lagi akan meninggalkan Arab Saudi.

Untuk menyambut seluruh Jemaah Haji Kalimantan Utara yang akan kembali ke Tanah Air, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kaltara menggelar rapat persiapan penjemputan.

Hadir dalam rapat persiapan pemulangan seluruh Jemaah Haji Kalimantan Utara Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov Kaltara H. Saifi, Kepala Kantor Kemenag Kota Tarakan HM Shaberah, Kepala Biro Kesra Pemprov Kalimantan Utara HM. Rosyid, mewakili Kabid PHU dan BIMAS Islam, Sub Koordinator Penyelenggara Haji Reguler dan Informasi Haji Kanwil Kemenag Prov Kalimantan Utara H. Muchtar, serta seluruh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten seKalimantan Utara dan Kasi PHU seKalimantan Utara.

Rapat Teknis pemulangan, akomodasi hingga transportasi dibahas dalam agenda rapat yang digelar di ruang pertemuan Kantor Gubernur, Rabu (3/8/2022) pukul 09:30 wita hingga usai.

Rapat tersebut juga membahas persyaratan bebas Corona yang harus dipenuhi jamaah haji asal Kaltara saat tiba di tanah air, tepatnya di Balikpapan.

Dalam kesempatan awal H. Saifi menyampaikan “Ada aturan penanganan Covid-19 untuk jamaah haji Indonesia, termasuk Kaltara. Jadi, harus PCR dulu, dan dinyatakan negatif Covid,” ujar Kakanwil Kemenag Kaltara, H. Saifi saat rapat persiapan penjemputan.

Kakanwil menegaskan, jamaah haji Kaltara yang tergabung dalam kloter 7, berangkat dari Madinah pada tanggal 11 Agustus, dan tiba di Indonesia pada tanggal 12 Agustus, Pukul 09.45 Wita, melalui Debarkasi Balikpapan.

Jika ada jamaah yang hasil PCR positif Covid-19, maka yang bersangkutan harus menjalani karantina.

“Yang negatif (Covid-19) boleh melanjutkan perjalanan pulang. Tapi yang positif, harus dikarantina di asrama haji (selama) 5 hari sampai 10 hari, tergantung hasil pemeriksaan,” jelas Saifi.

Kebijakan pemerintah ini, lanjutnya, sebagai bentuk perlindungan bagi seluruh jamaah yang baru saja menunaikan ibadah haji.

Sehingga, keluarga yang sudah menanti kedatangan jamaah haji, juga tidak perlu khawatir akan paparan virus Corona.

“Perjalanan jamaah kita saat pulang sudah cukup melelahkan, dan butuh istirahat. Di pesawat 9 jam, tapi persiapan sebelum berangkat itu total bisa sampai 15 jam. Ini yang harus kita pertimbangkan. Kemudian juga kita harus menjaga protokol penanganan Covid-19, agar tidak berkumpul terlalu banyak saat proses penjemputan,” kata Saifi.

Berdasarkan hasil rapat persiapan penjemputan, Kepala Biro Kesra Setprov Kaltara, H. Rosyid menyatakan akan menyampaikan hasil rapat kepada Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang. Penanganan Covid-19 tentu harus dipatuhi.

“Termasuk juga soal penjemputan, saya akan melapor kepada Pak Gubernur. Ini agar mendapat pertimbangan, bahwa perjalanan jamaah kita sudah cukup melelahkan. Nanti soal penanganan Covid, hingga nanti seremonial penjemputan agar mempertimbangkan masukan dari rapat ini,” ujar Rosyid. 

Sebelum rapat berahir Kepala Kantor Kemenag Kota Tarakan HM Shaberah menyampaikan kesiapan PPIH Kota Tarakan terkait pemulangan seluruh Jemaah haji Kota Tarakan “bahwa PPIH Kota Tarakan tidak melaksanakan acara serimonial penjemputan, karena kita juga merasakan bagaimana rindu keluarga yang telah lama menunggu kedatangan keluarga mereka yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah Haji”, ucapnya.

Lanjut HM. Shaberah “informasi yang kami terima, penjemputan dilaksanakan di Bandara Udara Juata dan langsung menuju masjid Islamic center, dimana seluruh penjemput atau keluarga yang menggunakan kendaraan roda empat telah menunggu dan langsung menjemput keluarga mereka menurut nomor antrian masing masing” jelasnya.

Setelah mendengarkan informasi terkait penjemputan Jemaah haji Kota Tarakan, rapat berlanjut dengan mendengarkan masukan dari seluruh peserta rapat (Humas Kemenag Tarakan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar