Perbedaan Hari Raya Idul Adha Bukan Penghalang Kebersamaan

KBRN, Tarakan : Setelah menyampaikan sambutan dalam pelaksanaan rukyatul Hilal 1 Dz. Hijjah 1443 H, yang berlangsung di Taman Berlabuh Kota Tarakan pada Rabu, (20/06/2022) lalu.

Wali kota Tarakan Dr. H Khairul M. Kes, menyampaikan, kemungkinan Dzulhijah akan ada perbedaan antara NU Pemerintah dan Muhammadiyah, namun hal tersebut bukanlah masalah, karena perbedaan adalah rahmat dari Allah SWT. 

"semua memiliki dasar, yang satu dasar hisab yang satu berdasarkan rukyah”, ujarnya.

Kahirul menambahkan “tapi untuk masyarakat kota Tarakan kita menunggu pengumuman dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenag RI, kita menunggu hasil sidang Isbat, apapun hasilnya tidak usah dipersoalkan, sekiranya yang lebaran tanggal 9 ya silakan, yang lebaran tanggal 10 ya silahkan, sama-sama memiliki dasar”, tegasnya.

“Adapun terkait kedatangan Hewan kurban sendiri seperti yang kita ketahui, saya kira memang lagi maraknya penyakit mulut dan kuku ini juga dari pemerintah Kota Tarakan telah melakukan seleksi, termasuk kedatangan sapi- sapi kurban yang dipotong akan kita seleksi dengan baik”, jelasnya.

“seperti kemarin kita datangkan sapi dari Gorontalo, yang masih terbebas dari PMK jadi kita perbanyak mendatangkan dari sana”, ucapnya.

Dipenghujung sambutan Wali Kota Tarakan menyapaikan total pengapalan terahir ada 500 ekor sapi, namun sebagiannya ada 300 masih di karantina belum selesai, kemungkinan 3 hari setelah kemarin, baru dikirim melalui teritoria, insya Allah sampai disini sebelum Hari Qurban”, pungkas Khairul. (Humas Kemenag Tarakan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar