Tahun ini PSDKP sudah Tangani 5 Kasus Pelanggaran Perikanan

KBRN, TARAKAN : Sampai pertengahan tahun 2022 ini, Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan. Telah menindak 5 kasus pelanggaran perikanan di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran PSDKP Kota Tarakan, Hamzah Kharisma mengungkapkan, dari 5 perkara itu seluruhnya melibatkan Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.

"Sudah ada tiga perkara yang di putus di Pengadilan Negeri Nunukan. Semuanya terjadi di perairan perbatasan Malaysia dan Indonesia. Tepatnya di Perairan Ambalat," ujarnya. 

Keberhasilan pengungkapan lima kasus ini berkat laporan dari nelayan lokal. Banyak nelayan lokal terganggu, karena ada ikan yang mengapung dalam kondisi mati, hal ini diduga kuat karena pengeboman oleh orang tak bertanggungjawab. 

“Tahun ini, kita sudah mendapati ada aksi penangkapan ikan dengan menggunakan bom yang dilakukan nelayan asing. Aksi ini dinilai sangat meresahkan,” terangnya.

Ia mengaku, pengeboman ikan membawa dampaknya cukup luar biasa untuk kegiatan penangkapan ikan, ada penelitian kalau bom diledakan sebesar 1 botol, maka bisa merusak 10x10 meter yang bisa merusak (terumbu karang).

"Perairan Ambalat kerap menjadi sasaran nelayan asing, dikarenakan kondisi perairan Ambalat yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup besar. Untuk mengantisipasi masuknya kembali nelayan asing. Kami selalu melakukan patroli di perairan tersebut, koordinasi bersama dengan TNI AL juga pihaknya lakukan untuk memperketat patroli," pungkas dia. (Crz)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar