Temuan Kasus DBD, Ini Yang Dapat Dilakukan Untuk Mencegah KLB

Foto ilustrasi.png

KBRN, Malinau : Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau mengeluarkan himbauan kewaspadaan dini terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Jumat (27/05) menyusul temuan 4 kasus DBD di Malinau Utara beberapa hari terakhir. Kepala DKPPKB Malinau  John Felix Rundupadang melalui Kasi Survilens dan Imunisasi DKPPKB Malinau Arifin Nucholis yang dikonfirmasi RRI pada Jumat (27/05) mengatakan, pola musim penghujan yang tidak menentu yang menyebabkan banjir dan genangan air menyebabkan adanya peningkatan populasi nyamuk penular penyakit DBD (aedes aegypty).

Maka sebagai langkah antisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan kasus/ kejadian luar biasa (KLB), dibutuhkan kerjasama dan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan peningkatan kasus DBD. Misalnya melaksanakan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan gerakan 3 M Plus. Menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang bisa dijadikan tempat perkembang-biakan jentik nyamuk, memakai lotion anti nyamuk baik di rumah maupun di luar rumah. Masyarakat juga dapat menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai, lavender, dan lain sebagainya. Anggota keluarga juga harus berperan sebagai juru pemantau jentik (Jumantik).

“Paling efektif dalam pemberantasan DBD ini adalah pemberantasan sarang nyamuk atau PSN, atau 3 M Plus, jaga kebersihan lingkungan, kemudian kita lakukan pemberian abatel, karena kemaren banjir kan hampir semua dimana-mana, kemudian hujan juga nggak tentu, jadi antisipasinya memang harus itu untuk kewaspadaan” Terangnya.

Ia menambahkan, untuk memaksimalkan langkah pencegahan, hal ini harus dilakukan oleh seluruh masyarakat yang dikoordinir oleh kepala wilayah setempat, baik desa maupun RT. Dinas Kesehatan juga menyarankan adanya kerja bakti secara serentak dan berkesinambungan untuk memberantas tempat bersarang dan perkembang-biakan nyamuk.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar