Disaster Assessment, Malinau Utara Alami Dampak Terparah Banjir

Situasi banjir di Kecamatan Malinau Utara (23/05).jpg

KBRN, Malinau : Sejauh ini telah terdata beberapa desa di Kecamatan Malinau Utara yang mengalami dampak terparah dari meluapnya beberapa sungai Malinau akibat tingginya intenistas hujan mulai pukul 18.40 WITA pada Sabtu (21/05) lalu, yakni desa Salap, Putat, Belayan, Malinau Seberang dan desa Luso. Pusat Pengendalian Operasi dan Tanggap Bencana FK Tagana Malinau telah melaksanakan disaster assessment bersama sejumlah instansi terkait guna mendata jumlah masyarakat terdampak dan apa yang mereka butuhkan pasca banjir pada Minggu (22/05). Ketua FK Tagana Malinau Ferdian yang dikonfirmasi RRI pada Senin (23/05) mengatakan, pada titik paling rawan ketinggian air mencapai kurang-lebih 1 meter.

“Yang terparah itu kemaren waktu saya ke lapangan, ada beberapa titik, pertama itu Belayan, yang paling pertama kali kena banjir di utara di depan batalyon itu, sekitar satu meter, kemudian di desa Putat tepatnya di RT 01, itu setinggi pinggang orang dewasa, jadi waktu itu air sudah masuk sejak jam 3 subuh” Terangnya.

Namun, berkat kemudahan akses internet dan telekomunikasi, informasi adanya luapan air dari wilayah Lumbis perbatasan Malaysia dapat lebih awal diterima warga.

“Karena ada internet kemudian komunikasi, jadi orang-orang di Hulu mereka itu dapat informasi malamnya, jadi mereka bersiap untuk menyambut air ini, jadi informasi ini juga membantu kami di lapangan” Sambungnya.

Sehingga dengan informasi yang diterima lebih dini, warga memiliki kesempatan untuk mengevakuasi barang-barang, anak dan lansia ke tempat yang lebih aman guna meminimalisir kerugian. Di samping itu, khusus desa Putat dan Belayan menurutnya memang sudah terlatih sebagai kampung siaga bencana dan desa tangguh bencana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar