WNI Asal Bone Diamankan di Pos Aji Kuning

KBRN, Kaltara : Sepuluh WNI asal Bone yang ingin masuk ke Malaysia secara ilegal diamankan di Aji Kuning, Sebatik, Kabupaten Nunukan pada Rabu (18/5).

Kepala BP2MI Nunukan, AKBP Fj Ginting mengatakan, warga Bone ini diduga tiba di Nunukan dengan menumpangi kapal Pelni. “Mereka berangkat pagi-pagi ke Sebatik. Mungkin mereka pikir tidak ada pengamanan kalau pagi hari. Nah, kami sudah siap sejak subuh sudah di posisi,” ujarnya, Rabu (18/5)

Ia menjelaskan hasil pencegahan ini merupakan kerja sama dengan TNI-Polri, unsur vertikal dan lainnya di Sebatik. “Mereka tidak mengakui kalau ada pengurusnya. Mungkin mereka takut atau tertekan, makanya tidak ada penyampaian ada pengurusnya,” paparnya.

WNI yang terdiri dari 4 wanita dan 6 laki- laki dewasa merupakan satu rombongan namun bukan satu keluarga. Semuanya ditangkap saat masuk pintu Aji Kuning menggunakan sebuah mobil. “Mungkin pengamanan ini bocor sehingga mobil yang diduga mengangkut WNI lainnya banyak berbelok arah karena pengamanan pertama di situ ramai,” jelasnya.

Sepuluh WNI ini dari Nunukan carter speedboat ke Bambangan lalu dijemput naik mobil ke Aji Kuning.“Pas dia mau belok lorong Aji Kuning langsung ditangkap. Sebenarnya ada dua mobil, tapi satunya lari duluan,” ujarnya.

Namun dari wawancara WNI, semuanya mengaku tak mengenal siapa saja yang ada di mobil kedua yang berhasil kabur. “Jadi yang 10 kita amankan ini, sebenarnya sudah pernah ke Malaysia. Ada 4 orang pulang ke Indonesia pada Januari,” bebern6a.

Untuk dokumennya, diakuinya, ada dua orang memang memiliki pasport, sebagian hanya memiliki surat jaminan dari majikan mereka. Hanya saja surat jaminan itu sudah mati lantaran terlalu lama pulang.

“Saat ini, kita masih lakukan interview dan pendalaman mengenai mereka ini apakah dipulangkan atau bagaimana,” jelasnya.

Pekerjaan luar negeri ini merupakan alternatif yang dipilih para WNI. Sebab, ketersediaan lapangan pekerjaan yang belum terlalu banyak. “Inilah (lapangan kerja) negara harus siapkan. Tapi kalau tidak dikelola dengan baik, pasti ada yang merajalela,” tuturnya. (kk/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar