Ditemukan Dua Suspek Hepatitis Misterius, Saatnya Kembali Terapkan PHBS

Kasi Surveillance dan Imunisasi DKPPKB Malinau Arifin Nucholis.jpg

KBRN, Malinau : Masyarakat diminta untuk kembali menggalakan perilaku hidup bersih dan sehat karena sejauh ini ditemukan dua pasien yang dicurigai terjangkit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya atau hepatitis misterius di Kabupaten Malinau. Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Malinau Arifin Nucholis yang diwawancarai di kantor Dinas Kesehatan pada Rabu (18/05) menjelaskan, hepatitis merupakan salah satu jenis penyakit menular yang cukup sulit disembuhkan 100% jika sudah terjangkit, karena menyerang organ vital. Pencegahan dini merupakan cara yang paling ditekankan pada masyarakat dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

“Usia 15 tahun, pertama terdetek itu tanggal 3 Mei 2022 masuk UGD, kemdian karena ada keluhan mengarah ke gejalah hepatitis akut tanpa penyebab, dirawat di ICU karena sempat kesadaran umunya kan agak menurun, nyukurnya ternyata membaik, terus dipulangkan, tapi tetap dikontrol, nah tadi malam saya cek, itu anaknya sudah nggak ada keluhan, berarti masih suspek ya, tapi kita sudah waspada” Kata Arifin.

Lebih jauh ia mengungkapkan, kasus kedua terdeteksi tanggal 13 Mei lalu pada anak usia 6 tahun. Kendati pasien sudah dipulangkan pada tanggal 17 Mei, namun masih dalam pantauan petugas.

“Kuningnya sudah hilang, hepatitisnya juga negatif, berarti memang tanpa penyebab kan? Kok tiba-tiba kuning, kan aneh. Harusnya kalau memang hepatitis, begitu dicek hepatitis kan harusnya positif, makanya tanpa sebab” Ucapnya.

Pencegahan dini dapat dilakukan masyarakat dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, yang paling mudah dengan rajin menerapkan protokol kesehatan covid-19, terutama mencuci tangan, karena cara ini otomatis juga dapat mencegah hepatitis. Pihaknya juga menyarakan supaya masyarakat selalu menjaga kebersihan makanan dan mengolahnya dengan tepat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar