Pemprov Komitmen Perbaiki Gizi Masyarakat

KBRN, Kaltara : Hari Gizi Nasional ke-62 jadi momentum bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam meningkatkan kepedulian dan komitmen memperbaiki gizi masyarakat.

Bahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Kaltara mengadakan seminar bertema Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas yang diikuti oleh 100 peserta dari lintas program, lintas sektor, mahasiswa, dan pelajar.

Zakiyah Machluddin selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa stunting dan obesitas merupakan salah satu dari beban ganda yang sedang dihadapi oleh Indonesia.

“Obesitas merupakan faktor terjadinya penyakit tidak menular seperti jantung koroner, kencing manis, dan hipertensi. Hasil riskesdas (riset kesehatan dasar, red) tahun 2013 menunjukan bahwa angka obesitas sebesar 14,8 persen dan melonjak naik pada hasil riskesdas tahun 2018, yakni sebesar 21,8 persen,” sebutnya.

“Sedangkan stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi. Hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia tahun 2021 menunjukan angka stunting di Kaltara sebesar 27,5 persen, angka ini berada di atas prevalensi nasional sebesar 24,4 persen,” imbuh wanita yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinkes Kaltara ini.

Melihat adanya komitmen yang baik tersebut, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Kaltara Udau Robinson menyampaikan apresiasi serta pesan dan harapan Gubernur Zainal agar kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman serta kesadaran terhadap bahaya stunting maupun obesitas.

“Pembangunan kesehatan adalah investasi utama dalam pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya saing, apalagi saat ini Indonesia sedang menghadapi beban ganda. Satu sisi menghadapi kurang gizi yang berdampak pada stunting, di sisi lain juga dihadapkan dengan gizi lebih atau obesitas,” jelas Udau.

Ia menegaskan bahwa penting adanya peningkatan pemahaman mengenai bahaya dari dua permasalahan gizi tersebut, hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi peran anak bangsa di masa yang akan datang.

“Mari kita berpartisipasi aktif dalam mendukung upaya pemerintah untuk mencegah stunting dan obesitas, ayo tingkatkan kesadaran masyarakat melalui penggerakan peran kader pengembangan atau pengorganisasian masyarakat, peningkatan upaya advokasi, dan perencanaan yang mendukung pemberdayaan masyarakat dan pemutakhiran data dan informasi,” tuturnya. (dkisp/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar