Aliansi Masyarakat Adat Kaltara Bersatu Tuntut Polri Tangkap Edy

KBRN, Tarakan : Aliansi Masyarakat Adat Kaltara Bersatu menyampaikan enam aspirasi dalam aksi damai yang dihadiri ratusan orang, Selasa (25/1/2022). Aksi dimulai dari Polres Tarakan, berlanjut orasi di simpang empat GTM hingga menyampaikan tuntutan secara tertulis ke Kantor DPRD Tarakan.

Selain melaporkan ke polisi, massa aksi juga menuntut Polri menangkap dan memproses secara hukum Edy Mulyadi dan kawan kawannya. Koordinator aksi, AP. Roni Iskandar, mengatakan, pernyataan Edy Mulyadi melukai dan mengganggu ketenangan masyarakat Kalimantan.

“Kami mengecam dengan keras dan tidak menerima ucapan ujaran kebencian dan provokatif dari Edy Mulyadi dan kawan-kawan yang menghina perasaan masyarakat Kalimantan,” ujarnya.

Menurut Roni, pernyataan Edy Mulyadi menyamakan Kalimantan dengan tempat makhluk halus sangat menyakiti warga Kalimantan. Meski Kalimantan memiliki daerah pedalaman yang terpencil, semua mendapatkan pendidikan dari orangtua untuk lebih beradab.

Perbuatan Edy Mulyadi ini, menurut dia, sudah merupakan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE dan dalam Pasal 310 KUHP. Massa meminta ada permintaan maaf secara langsung, dan meminta Edy Mulyadi dihadirkan secara langsung untuk diproses sesuai hukum adat Kalimantan.

Jika tuntutan tidak dipenuhi, ia meminta dari pihak DPRD bisa terus mengawal kasus ini bersama aparat penegak hukum. Terlebih lagi, untuk DPR RI yang merupakan perwakilan dari Kalimantan.

Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia menuturkan akan menyampaikan tuntutan dari massa ini ke satuan di atasnya. Ia menjelaskan, kejadian bukan di Tarakan maupun Kaltara, sehingga penanganannya di Mabes Polri.

“Kejadiannya kan di Jakarta, kami hanya bisa meneruskan saja. Karena nanti banyak yang melapor, Kaltim, Kalsel, Kalbar dan Kaltara juga akan dilaporkan ke satuan atas, apa yang menjadi keinginan masyarakat,” tuturnya.

Salah satu keinginan masyarakat, Edy Mulyadi diproses hukum dan menyampaikan permintaan maaf langsung kepada seluruh masyarakat Kalimantan. Taufik memastikan akan mengirimkan laporannya langsung, untuk bisa segera ditindaklanjuti Polda Kaltara dan diteruskan ke Mabes Polri. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar