Jalan-Jalan Tani Menuju Sentra Pertanian Akan Ditingkatkan

Dr Tomi Labo M.Si, kepala DPUPR Perkim Malinau.jpg

KBRN – Malinau : Sesuai dengan program seratus hari kerja Bupati Malinau awal menjabat yaitu melakukan optimalisasi pertanian melalui pemeliharaan jalan tani. Dari hasil pelaksanaan program sesuai dengan SK yang dikerjakan Dinas Pekrejaan Umum tersebut, tercapai lebih dari 265 kilometer jalan tani yang dibenahi dan dilakukan perawatan.

“Setelah kita data ulang, lebih dari itu. mencapai 380 kilometer bahkan hampir 400 kilometer,” terang kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman (DPUPR/Perkim) kabupaten Malinau, Dr. Tomi Labo M.Si kepada RRI di ruang kerjanya pada Selasa (25/1/2022) siang.

Dari data tersebut, kata tomi Labo, menjadi target utama Pemkab Malinau  dalam mendukung program peningkatan beras daerah plus. Pihaknya juga masih melakukan mapping atau pemertaan lokasi mana yang menjadi sentra pertanian. Terlebih, saat ini masuk musim panen padi.

“Jadi, kami akan fokuskan mana saja yang masuk dalam sentra-sentra produksi padi dalam mendukung program Rasda plus. Yakni lokasi lahan atau hamparan luas, itu yang akan kita utamakan dulu.Setelah itu, pemiliharaan jalan tani di lahan-lahan perkembunan,” tegasnya.

Namun demikian, sambung Tomi Labo, pihaknya hingga saat ini masih menunggu penyerahan daftar pengunaan anggaran (DPA) OPD. Karena untuk menjalankan semua program itu diperlukan dana operasional, khususnya BBM. “Kita, saat ini masih menunggu penyerahan DPA SKPD, karena kita perlukan untuk lelang BBM. Karena saat ini kita belum punya operasional, jadi belum bisa bergerak lah. Seperti itu,” tegasnya.

Tomi juga menegaskan, jalan tani ini bisa ditingkatkan lagi lebih lebar dan panjang dengan melihat prioritasnya apakah sebagai penghubung antar desa atau hanya sebatas dari dan menuju sentra pertanian saja. Tetapi dari Dinas PUPR Perkim karena sudah ada alat berat penghancur tracher, akan menggunakan agregat untuk peningkatan dan menguatan jalan tani tersebut. “Sehingga, dengan mobilisasi yang pada dan penuh beban hasil pertanian, maka badan jalan tidak mudah rusak,” tukasnya.(***)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar