DP3A Ambil Langkah Tegas Untuk Orang Tua Eksploitasi Anak

KBRN, Tarakan : Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran dalam hal penertiban eksploitasi anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) khusus terkait perlindungan dan Dinas Sosial memberikan pendampingan terhadap anak.

Kepala DP3A, Mariyam menuturkan, pihaknya juga harus memastikan dan melihat sejauh mana anak-anak yang dilaporkan pernah dieksploitasi ini bersekolah atau tidak. Dinas Pendidikan (Disdik) turut dilibatkan dalam hal tersebut.

“Kalau Satpol PP kan memang ada Peraturan Daerah (Perda) tentang keamanan dan ketertiban kota. Jadi menggiring anak-anak itu ke perlindungan anak,” ujarnya, Senin (24/1/2022).

Setelah dari Satpol PP, selanjutnya dari DP3A akan mempersiapkan pernyataan orangtua. Dalam surat pernyataan disebutkan, ada undang-undang terkait perlindungan anak, yaitu anak yang masih dalam asuhan orangtua atau wali perlu mendapatkan perlindungan.

Sementara, anak-anak yang berjualan di pinggir jalan ini memiliki risiko sangat tinggi. Biasanya, anak-anak ini berjualan di jalan protokol, pinggir toko, lampu merah hingga keluar masuk rumah dan kafe maupun kantor.

Tidak hanya risiko terjadi kecelakaan, tetapi juga beresiko terjadi bullying maupun mental dan psikis terhadap anak hingga resiko terjadi seksual.

Beberapa alasan orangtua tidak setuju anaknya tidak berjualan, biasanya ada hal yang menguntungkan bagi orangtua, terutama melihat dari penghasilan yang diterima anak. Terlebih lagi jika satu orangtua menyuruh dua sampai tiga anaknya berjualan, minimal bisa mendapatkan uang hingga Rp200 ribu per hari.

Dalam penertiban belum lama ini, pihaknya mendapati ada uang banyak di dalam tas anak tersebut. Sementara barang yang dijual masih banyak. Ternyata lebih banyak orang memberikan uang karena belas kasihan, meski tidak membeli.

“Tapi, orang tidak tahu risiko anak. Padahal memang, kalau tidak berjualan, penghasilan mereka sudah tidak ada. Berarti terbukti, selama ini orangtua yang menyuruh anaknya berjualan untuk kehidupan mereka sehari-hari. Padahal masih muda orangtuanya, kalau alasan miskin kan tidak juga,” ungkapnya.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar