DBH Perikanan KTT Diharapkan Lebih Proprosional

KBRN, KTT : Alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Perikanan ke Kabupaten Tana Tidung (KTT) diharapkan dapat proporsional. Bahkan, Bupati Kabupatej Tana Tidung, Ibrahim Ali melakukan kunjungan ke Direktorat Perikanan Budidaya pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Ibrahim mengatakan, pertemuan itu untuk meminta alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Perikanan yang lebih proporsional. Mengingat Kabupaten Tana Tidung (KTT) memiliki kawasan pertambakan yang tergolong luas. Potensi tersebut menyumbang pajak lebih besar kepada negara. 

Menurutnya, pembagian DBH Perikanan untuk daerahnya tidak proporsional. Sebab, Tana Tidung mendapat nominal setara dengan daerah lain yang memiliki kawasan perikanan minim. “Apa yang diatur Kemenkeu memang sudah ada formulanya. Penekanan kami lebih karena KTT sebagai daerah penghasil. Artinya tidak proporsional jika disamakan dengan daerah yang tidak ada eksisting tambaknya,” papar Ibrahim. 

Ia berharap Tana Tidung bisa mendapat DBH lebih besar, sehingga keberadaan tambak yang luas bisa memberi manfaat maksimal bagi pembangunan daerah. 

“KTT dan Bulungan kan sangat luas (tambak) kalau di Kaltara ini. Harapannya dana bagi hasilnya lebih besar. Kalau sekarang kan dibagi rata, tidak proporsional itu,” jelasnya. 

Ia juga meminta bantuan agar lahan tambak di Tana Tidung memiliki legalitas 100 persen. “Lahan pertambakan masih ada masalah soal izin kawasannya, ada yang masuk kawasan hutan dan non kehutanan. Kalau di kawasan hutan kan bisa diupayakan melalui perhutanan sosial, tinggal di yang non kehutanan atau di lahan APL (Area Penggunaan Lain),” tuturnya. (kk/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar