Orang Tua Tolak Surat Persetujuan Vaksin Anak

Kegiatan sosialisasi vaksin Covid-19 bagi anak usia 6 s/d 11 tahun di SDN 011 Malinau Kota (20/01).jpg

KBRN, Malinau : Sejumlah orang tua murid protes terhadap redaksi surat persetujuan orang tua/ wali untuk vaksin Covid-19 bagi anak usia 6 s/d 11 tahun. Orang tua menolaK poin yang tertuang dalam surat persetujuan tersebut yang menerangkan bahwa orang tua tidak dapat menyalahkan atau menuntut petugas yang melakukan tindakan medis. Menurut Machmud Bali, wali murid yang diwawancarai RRI di tengah-tengah kegiatan sosialisasi vaksin Covid-19 bagi anak usia 6 s/d 11 tahun di SDN 011 Malinau Kota pada Kamis pagi, dengan adanya pernyataan seperti itu seolah-olah membangun asumsi bahwa penyelenggara vaksin dan pihak sekolah ingin lepas tanggung jawab terhadap faktor resiko.

“Perlu dipahami kami bukan tidak setuju untuk divaksin, kami dari semua orang tua yang hadir tadi setuju untuk anaknya divaksin, namun ketika melihat surat pernyataan yang disampaikan dari pihak sekolah kepada kami orang tua, di situ ada redaksinya bunyinya pengalihan resiko, bahwa ketika terjadi apa-apa pasca KIPI anak kami setelah divaksin, kami tidak bisa menuntut baik nakes maupun pihak sekolah, ini kan menjadi keragu-raguan kepada orang tua, yang tadinya kami meyakini bahwa vaksin ini tidak masalah, kami jadi meragukan, nakes aja ragu dengan vaksin ini, kami punya anak disayangi, saya harap juga pihak pemerintah menyayangi anak kami” Kata Machmud Bali pada RRI (20/01).

Hal senada juga disampaikan Joko di momen yang sama. Dengan adanya poin seperti itu dalam surat persetujuan, ia mengaku ragu untuk mengizinkan anak divaksin.

“Jadi redaksinya itu, kami orang tua tidak akan menuntut apapun pasca pemberian vaksin tadi, kita tahu bahwasannya anak-anak ini tadi kan punya daya tahan tubuh yang berbeda-beda, fisik yang berbeda-beda, otomatis efeknya berbeda kan, mungkin ada orang tua pun, seperti kami, ada yang hanya rasanya ngilu, ada yang demam, ada yang sampe satu minggu bahkan dua minggu, nah itu yang kami takutkan, jadi kami dengan adanya surat tadi itu, kami jadi ragu sekali, jadi kalau pun itu memang beresiko untuk anak kami, ngapain? Orang anak kami ini sehat-sehat saja, jangan sampai dengan adanya vaksin anak kami justru sakit” Ucap Joko.

Hal itu langsung ditanggapi Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau Jhon Felix Rundupadang yang dikonfirmasi RRI Kamis siang. Melalui pesan whatsapp Jhon Felix menerangkan bahwa pihak orang tua sebenarnya tidak diwajibkan menanda-tangani persetujuan tersebut jika mendampingi anak saat vaksin.

“Memang bukan keharusan. Karena ini Program Nasional, kehadiran orang tua sudah menjadi persetujuan pelaksanaan vaksin. Jadi, yang terpenting orang tua mendampingi anak saat vaksin, surat ini lebih kepada yang TIDAK SETUJU saja” Tulis Jhon Felix.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar