Ternak Babi Diarahkan Untuk Menerapkan Sistem Biosekuriti

Kepala Dinas Pertanian Malinau Afri ST. Padan.jpg

KBRN, Malinau : Dinas Pertanian Kabupaten Malinau mendorong sistem biosekuriti diterapkan pada peternakan babi sebagai langkah awal pencegahan terhadap resiko penyakit. Kendati terbilang kurang cepat sebab sudah ada bukti pemeriksaan adanya serangan virus African Swine Fever (ASF) pada sejumlah peternakan babi di Malinau. Kepala Dinas Pertanian Afri ST. Padan yang dikonfirmasi pekan lalu mengungkapkan, Malinau masuk kategori sedang untuk serangan virus ASF berdasarkan hasil pemeriksaan.

“Menurut lokasi itu Malinau Selatan, termasuk beberapa spot-spot kecil di kecamatan Malinau Utara dan Kecamatan Malinau Kota dan Mentarang, tapi dia sebarannya itu tidak sehamparan, jadi artinya bahwa penyebaran dari ASF ini kebanyakan dari makanan, jadi kita mendorong para petani atau peternak untuk bagaimana melakukan penanganan peternakan babi yang menggunakan sistem biosekuriti, biosekuriti itu bagaimana menggunakan ternak yang tertutup dan juga dia mengikuti pola RT bersih, dimana kita beternak itu bukan di pemukiman tetapi di daerah kebun misalnya atau lahan pertanian” Ucap Afri (13/01).

Kendati begitu ia juga mengatakan bahwa ASF tidak berbahaya bagi manusia, karena ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis). Sehingga dipastikan produk babi tetap aman dikonsumsi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar