Jalan Pelabuhan Kelapis Dikeluhkan Pengusaha

KBRN, Malinau : Para pengusaha jasa angkutan barang keluhkan kondisi jalan menuju Pelabuhan Kelapis, Kabupaten Malinau. Hal itu terungkap dalam dialog Pemkab Malinau bersama para pelaku usaha, kemarin. 

Fredi, salah satu pengusaha mengatakan aktivitas bongkar barang dari luar daerah di pelabuhan utama Kabupaten Malinau ini bisa mencapai 900 ton. Tetapi kondisi jalan di pelabuhan tidak sesuai dengan tonase kendaraan angkutan barang. 

“Karena itu, kami mewakili pengusaha menyampaikan, apakah ada perencanaan peningkatan jalan menuju Pelabuhan Kelapis ini,” tanyanya. 

Diketahui, kondisi jalan menuju Pelabuhan Kelapis rusak parah. Akibatnya proses pendistribusian barang terhambat. “Apalagi jika kondisi hujan, tentu agak berat untuk mengangkut barang,” bebernya. 

Bupati Malinau, Wempi W Mawa menegaskan, dirinya sudah melakukan peninjauan di tahun 2021 lalu. Pemkab Malinau saat ini sudah merencanakan peningkatan kualitas jalan menuju Pelabuhan Kelapis. 

“Menurut saya saat peninjauan waktu itu, jalan ini memang menjadi prioritas karena di Pelabuhan Kelapis ada bongkar muat barang. Kalau tidak dikerjakan pasti berdampak pada kenaikan harga barang,” jelasnya. 

Bupati menyatakan sudah menginstruksikan OPD teknis untuk melakukan percepatan peningkatan ruas jalan menuju pelabuhan tersebut. “Ya memang ketika jalan itu rusak tentu mempengaruhi muatan barang yang melintasinya. Jadi tahun ini akan segera dilakukan peningkatan, sehingga bisa optimal dan maksimal,” paparnya. 

Ia juga meminta kepada pengusaha kapal barang, diusahakan ketika sudah melakukan bongkar muatan dan akan kembali ke Surabaya maupun Tarakan diusahakan tidak dalam keadaan kosong. 

“Kita datangkan barang dari luar. Tapi begitu kembali, produk Malinau tidak ada. Nah diusahakan harus ada produk-produk Malinau yang bisa dibawa keluar nantinya,” harapnya. 

Paling tidak, kata Bupati, membawa hasil pertanian maupun perkebunan yang ada di Malinau untuk dibawa ke luar. (Kk/sti)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar